Banda Aceh – Wakil Menteri Agama (Wamenag) RI, Romo Muhammad Syafi’i, menilai Masjid Oman Al Makmur Banda Aceh layak menjadi contoh bagi masjid-masjid lain dalam mengembangkan upaya produktif untuk mendukung keberlangsungan operasionalnya.
Masjid Oman Al Makmur terus berikhtiar menghadirkan masjid yang makmur dan bermanfaat bagi umat melalui program wakaf produktif berbasis uang.
Saat ini, jemaah dan pengelola sedang melaksanakan pembangunan lanjutan Hotel Syariah Oman Al Makmur, yang menjadi salah satu penopang utama bagi kegiatan operasional masjid.
Menurut Wamenag, keberadaan hotel yang dikelola jemaah menjadi supporting system bagi Masjid Oman Al Makmur.
“Pembiayaan operasional Masjid Oman Al Makmur selalu mendapat dukungan dari hotel yang memang didirikan oleh jemaah. Saya kira ini bisa menjadi ikon dan contoh bagi masjid lain untuk melakukan upaya produktif,” ujar Romo Syafi’i saat memantau pembangunan lanjutan dan rehabilitasi Hotel Syariah Oman Al Makmur, Jumat, dikutip dari laman Kemenag Aceh, Senin, 29 September 2025.
Dia menyebut kemandirian masjid penting diwujudkan dengan mengandalkan properti atau usaha yang dibangun sendiri, sehingga kegiatan masjid dapat terus berjalan.
Wamenag juga mendorong jemaah untuk berinvestasi pada program investasi syariah yang saat ini sedang melaksanakan pembangunan lanjutan. Hasil investasi tersebut nantinya akan menopang kebutuhan operasional Masjid Oman Al Makmur.
“Semoga jemaah terus berlomba-lomba dalam kebaikan. Fastabiqul khairat,” ucapnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Aceh, Azhari, menyatakan pihaknya terus mendorong masyarakat untuk terbiasa dengan program wakaf produktif.
“Selama ini Kemenag Aceh konsisten mendorong agar masyarakat terbiasa dengan wakaf produktif, sehingga bisa membangun kemandirian ekonomi umat,” ujar Azhari.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy