Meulaboh – Anggota DPD RI asal Aceh, Sudirman atau Haji Uma, meninjau progres pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Minggu, 3 Agustus 2025.
Dalam peninjauan Proyek Strategis Nasional (PSN) itu, Haji Uma didampingi Bupati Aceh Barat, Tarmizi, Kepala Dinas PUPR Kurdi, Kepala Dinas Pertanahan Darwis, dan Kabid Komunikasi dan Informasi Publik Diskominsa Hidayat Isa.
Kadis PUPR Aceh Barat, Kurdi, mengatakan pembangunan jaringan irigasi Lhok Guci mencakup area seluas 269 hektare. Proses pengadaan tanah telah rampung sebesar 218,40 hektare atau 81 persen.
Sisanya, 42,76 Ha masih dalam proses penyelesaian. Total anggaran proyek tersebut mencapai Rp207,47 miliar. “Harapan kita tidak ada kendala di lapangan agar progres bisa terus berjalan sesuai target,” kata Kurdi, dilansir laman Pemkab Aceh Barat.
Kurdi menyebut peninjauan ini bukti keseriusan pemerintah daerah dan pusat dalam memastikan keberlanjutan proyek-proyek vital yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Aceh Barat. “Terutama sektor pertanian dan ketahanan pangan,” ucapnya.
Haji Uma menyatakan kunjungannya bagian dari fungsi pengawasan sebagai Anggota Komite I DPD RI terkait pelaksanaan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum, termasuk di dalamnya Proyek Strategis Nasional.
“Sebelumnya kami juga telah menggelar rapat koordinasi dengan Dinas Pertanahan Provinsi Aceh. Kami ingin memastikan persoalan-persoalan yang menjadi penghambat, baik dari sisi administrasi maupun teknis agar bisa dilaporkan secara utuh ke pusat,” ujar Haji Uma.
Haji Uma menjelaskan hasil koordinasi dan peninjauan, diketahui persoalan harga tanah sudah tidak menjadi kendala. Satuan harga telah disepakati melalui mekanisme KJPP dan diturunkan ke tim pelaksana (TP2T), yang melibatkan kementerian dan lembaga terkait.
“Masalah utamanya kini adalah pembiayaan lanjutan yang menjadi tanggung jawab pusat, dalam hal ini Balai Wilayah Sungai dan Kementerian PU. Kami akan dorong agar dukungan anggaran ini segera disalurkan demi percepatan penyelesaian proyek,” tutur Haji Uma.
Haji Uma juga menyoroti pentingnya komunikasi intensif dengan pihak perusahaan yang memiliki lahan di sekitar lokasi proyek. Sehingga tidak terjadi gesekan yang bisa menghambat jalannya program strategis ini.
“Secara umum, dukungan dari masyarakat dan pemerintah daerah sudah sangat baik. Tinggal mendorong koordinasi lintas sektor agar pembangunan dapat dilanjutkan tanpa hambatan,” ucapnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy