Jakarta – Papan telop atau running text di dalam kompleks Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan, diduga kena retas.
Sebuah foto yang beredar di grup WhatsApp memperlihatkan papan telop yang terpampang di atas dua jendela besar di loket aduan masyarakat dalam perkantoran Kejagung memuat tulisan: “maaf aku hack”.
Tulisan “maaf aku hack” tampak muncul berulang. Di jendela di bawahnya, terpampang informasi tentang penerimaan pengaduan masyarakat dan pelayanan informasi publik. Juga dimuat informasi tentang kanal-kanal yang dapat dihubungo untuk melapor.
Di samping kiri dan kanan jendela, tertempel banner bertuliskan sejumlah slogan. Banner sebelah kiri tampak tertulis “Puspenkum”. Di depannya, hanya trotoar kecil dan jalan. Bangunan berlatar belakang gelap itu tampak dipotret pada malam hari.
Hal itu sempat membuat gempar, lantaran terjadi setelah penguntitan Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Ketut Sumedana mengaku tidak kaget dengan peristiwa tersebut.
Ia mengungkapkan kejadian serupa bukan kali pertama terjadi di lingkup Kejaksaan Agung. “Ah itu biasa itu. Dulu juga sempat begitu. Sering begitu,” ujar Ketut kepada wartawan lewat sambungan telepon, Senin, 27 Mei 2024.
Ketut mengaku dirinya ogah ambil pusing soal peristiwa seperti itu. Baginya, hal tersebut sama sekali tidak mempengaruhi kinerja para jaksa di lingkungan Kejagung.
“Itu ndak berefek apa-apa. Jangan-jangan koslet juga, makanya saya bilang matiin aja,” ucap Ketut.
Ketut mengaku peretasan yang dilakukan oleh oknum tertentu ini bukan sebuah teror yang harus dibesarkan.
Meski terjadi runtutan peristiwa terhadap pihak kejaksaan, namun Ketut mengaku dirinya sama sekali tidak gentar.
“Gak ada kok. Orang kita gak merasa diteror kok,” ucapnya.
Kejaksaan Agung sebelumnya juga diduga mendapatkan teror pada Senin malam, 20 Mei 2024. Dugaan itu muncul berdasarkan sebuah video yang beredar di kalangan wartawan pada Selasa, 21 Mei lalu.
Baca: Konvoi Brimob Kelilingi Gedung Kejagung, Misi ‘Sikat Jampidsus’?
Berdasarkan video singkat berdurasi 16 detik yang diterima Tempo, terlihat konvoi belasan kendaraan roda dua dan roda empat, motor dan mobil, di sekitaran kantor Kejaksaan Agung, Jakarta Selatan. Belasan kendaraan tersebut sempat berhenti selama beberapa saat di depan gerbang utama kantor Kejagung sambil membunyikan sirine dengan keras.
Baca: Mata-Matai Jampidsus Kejagung, Anggota Densus 88 Ditangkap
Saat ini, Kejaksaan Agung memang menjadi sorotan usai mengungkap kasus korupsi Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah yang bernilai Rp 271 triliun. Sehari sebelum konvoi kendaraan di depan kantor Kejagung, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus atau Jampidsus Kejagung Febrie Adriansyah diduga dikuntit oleh anggota polisi dari Satuan Detasemen Khusus Antiteror atau Densus 88.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy