Tim SAR Hentikan Pencarian Bayi yang Hanyut di Sungai Bener Meriah

Tim SAR Gabungan evakuasi
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah Lina Susanti. Foto: Line1.News/Erwin Sar

Bener Meriah – Tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian Arkan, bayi 8 bulan, yang menjadi korban dalam tragedi menimpa satu keluarga di Kampung Rakit Musara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah.

Informasi terbaru, Jumat, 7 Februari 2025, tim SAR gabungan menghentikan sementara operasi pencarian Arkan yang menjadi korban hanyut dan tenggelam di Sungai Weh Reseh.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bener Meriah, Anwar Sahdi mengatakan tim gabungan telah menyusuri seluruh rute pencarian, termasuk penyisiran di aliran sungai. Namun, jasad bayi itu belum ditemukan.

“Maka poses pencarian ini terpaksa dihentikan sementara,” kata Anwar, Jumat malam (7/2).

Dari empat korban, tim gabungan sudah berhasil mengevakuasi tiga jasad korban. “Jasad Hotman Pandapotan dan Habib Amirullah tadi malam [Kamis malam] sudah dikebumikan,” ujar Anwar.

Sedangkan jasad Lina Susanti, kata Anwar, sudah dievakuasi pada Jumat pagi tadi.

Baca juga: Satu Keluarga Hanyut di Sungai Bener Meriah, Dua Meninggal Dunia, Bayi 8 Bulan belum Ditemukan

Tragedi yang menimpa satu keluarga terdiri dari suami, istri dan kedua anaknya itu terjadi pada Senin, 27 Januari 2025. Saat itu Hotman beserta istri dan kedua anaknya berencana menghadiri pesta keluarga di Kota Subulussalam.

Mereka berangkat dari rumah kebun sekitar pukul 18.00 waktu Aceh dengan sepeda motor. Namun nasib berkata lain. Di tengah perjalanan, ban sepeda motor mereka bocor. Terpaksa mereka singgah di rumah seorang warga untuk memperbaiki kendaraan.

Setelah mendapatkan pinjaman sepeda motor, mereka kembali melanjutkan perjalanan di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut. Malam semakin larut, dan hujan tak kunjung reda. Keluarga ini akhirnya berhenti di sebuah gubuk yang berjarak sekitar 30 meter dari jembatan penyeberangan Sungai Weh Reseh.

Baca juga: Tim SAR Temukan Satu Korban Hanyut di Sungai Bener Meriah

Diduga, dalam kondisi gelap dan hujan deras, mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Saat melewati jalan yang tergenang air dari gorong-gorong yang meluap, mereka kemungkinan besar tergelincir dan terseret arus sungai yang deras.

Hilangnya keluarga ini baru diketahui pada Rabu, 6 Februari 2025, ketika Soni Ari Nosra, abang kandung Lina Susanti, mencoba mencari tahu keberadaan adiknya yang tak kunjung tiba di acara pesta keluarga. Setelah mendapat informasi bahwa mereka terakhir terlihat di dekat gubuk dekat sungai, ia mengajak warga melakukan pencarian.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy