Lhokseumawe – Salah satu pimpinan DPRK Lhokseumawe, Sudirman Amin, meminta pemerintah kota (pemko) tetap menjadikan sektor pendidikan dan kesehatan sebagai salah satu prioritas pembangunan dalam Rancangan APBK tahun anggaran 2025.
“Untuk tahun anggaran 2025, Pemko Lhokseumawe harus fokus kepada pendidikan dan kesehatan masyarakat. Jadi, upaya-upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan kesehatan untuk masyarakat harus lebih maksimal lagi,” kata Sudirman Amin yang merupakan Wakil Ketua I DPRK Lhokseumawe saat dihubungi Line1.News via telepon, Selasa malam, 5 November 2024.
Menurut Sudirman, jika melihat visi dan misi empat pasangan calon wali kota-wakil wali kota Lhokseumawe di Pilkada 2024, semuanya menyatakan akan memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan dan kesehatan. Artinya, salah satu pasangan calon dari empat paslon itu akan mendapatkan mandat dari rakyat untuk memimpin Pemko Lhokseumawe mulai 2025 sampai 2030.
Dengan demikian, RAPBK 2025 yang diajukan pemko pada tahun ini, nantinya pelaksanaan program dan kegiatannya di bawah kepemimpinan wali kota-wakil wali kota baru. “Dewan tentu akan melihat secara detail apa saja program dan kegiatan yang diprioritaskan Pemko Lhokseumawe, setelah kita memperoleh dokumen RAPBK 2025 nantinya. Kita berharap [prioritas pemko] lebih kepada [sektor] pendidikan dan kesehatan,” ujar Sudirman.
Baca juga: Terkait Rancangan APBK 2025, Ini Kata Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe
Di bidang pendidikan, kata Sudirman, antara lain perlu ditingkatkan kualitas SDM dan kompetensi para guru. Selain itu juga fasilitas sekolah SD dan SMP, seperti sarana dan prasarana yang layak, terutama untuk sekolah-sekolah yang letaknya jauh dari pusat kota. “Yang mungkin selama ini agak luput dari perhatian bila dibandikan dengan sekolah-sekolah di kawasan pusat kota,” tuturnya.
“Lebih konkretnya tentu akan kita sampaikan lagi nanti saat pembahasan dua pihak [antara tim eksekutif dan Badan Anggaran DPRK] setelah diserahkan RAPBK 2025 dan setelah terbentuknya AKD [Alat Kelengkapan Dewan],” tambah politisi Partai Nasdem ini.
Lihat pula: Faisal Targetkan Alat Kelengkapan DPRK Lhokseumawe Segera Terbentuk
Untuk sektor kesehatan, lanjut Sudirman, selain memenuhi fasilitas pendukung yang layak, Pemko Lhokseumawe juga perlu memastikan lagi kedisiplinan ASN di semua puskemas dan pustu. “Harus dipastikan selalu ada petugas [kesehatan] di puskemas dan pustu untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ucapnya.
Di samping itu, kata Sudirman, pemko melalui dinas terkait perlu meningkatkan pengawasan terhadap rumah-rumah sakit di wilayah Lhokseumawe. Pasalnya, menurut dia, kondisi selama ini di hampir semua rumah sakit, pasien harus antre untuk mendapatkan fasilitas rawat inap. “Ada pasien yang harus menunggu di luar di dalam becak karena [ruangan] IGD penuh dan kamar [rawat inap] penuh”.
“Itukan tidak boleh terhadap orang sakit, karena orang sakit butuh penanganan segera. Kalau terjadi hal-hal yang tidak baik terhadap orang sakit yang terpaksa menunggu di luar IGD itukan bisa fatal,” tegas Sudirman mengingatkan.
Menurut Sudirman, meskipun itu rumah sakit (RS) swasta, tapi pemko perlu memberikan atensi dan dorongan agar semua RS memberikan pelayanan maskimal. “Karena pasien itu warga Lhokseumawe dan rumah sakit swasta itu beroperasi di Lhokseumawe, sehingga pemko berhak mengawasi, memberi atensi dan dorongan untuk pelayanan lebih baik,” pungkasnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy