Afternoon Tea, Cara Mellani Subarni Menampung Aspirasi Kaum Muda Aceh

mellani subarni afternoon tea
Mellani Subarni berdiskusi dengan kaum muda setelah meresmikan 'Afternoon Tea' di Tugu Kilometer Nol Banda Aceh, Selasa, 29 Oktober 2024. Foto: Minibus/Aulia Rahmat

Banda Aceh – Mellani Subarni, istri calon Gubernur Aceh nomor urut satu, Bustami Hamzah, meresmikan ‘Afternoon Tea’ di Tugu Kilometer Nol Banda Aceh, Selasa, 29 Oktober 2024. Kegiatan itu berlangsung meriah bersama sejumlah komunitas anak muda, di antaranya komunitas difabel, mural skateboard, dan breakdance. Ada juga penampilan musik inisiasi dari relawan Milenial Bustami (Minibus).

Mengutip Mellani, ‘Afternoon Tea’ dibuat sebagai wadah diskusi terbuka komunitas milenial Banda Aceh untuk menukar ide dan gagasan mereka. Digelar di gedung terbuka di samping Tugu Nol Kilometer, agenda ini berlangsung sore hari dan bakal digelar secara rutin.

Mellani menyebut ‘Afternoon Tea’ merupakan wadah kreativitas dan inovasi bagi anak-anak muda di Aceh. “Pemuda kreatif itu, ya, yang sangat tinggi inovasinya dan bermanfaat untuk masyarakat banyak,” ucapnya usai peresmian, dilansir Rabu, 30 Oktober 2024.

Baca Juga: Usai Rumahnya ‘Digranat’, Mellani Subarni Tampil di Video: Alhamdulillah, Kami Aman, Jangan Takut Datang ke Aceh

Dia juga berbagi cerita tentang membangun usaha dengan modal minim untuk menyemangati kaum muda yang hadir ke diskusi. Saat ini, kata Mellani, perkembangan teknologi memudahkan setiap orang berinovasi, baik dalam urusan pekerjaan maupun dalam bisnis.

Mellani mengajak anak-anak muda Aceh berani berinovasi melalui berbagai kegiatan atau usaha positif. Menurutnya, harus ada kemauan dan semangat tinggi untuk berinovasi karena hal ini berguna untuk mengembangkan diri sendiri dan bermanfaat bagi banyak orang. “Saya yakin anak muda sekarang dengan HP bisa melalukan hal besar dan menghasilkan cuan yang luar biasa,” jelas Mellani.

Baca Juga: Mellani Subarni Jenguk Dua Pasien Anak Bocor Jantung di RS Harapan Kita

Tampung Keluhan Disabilitas

Seorang peserta disabilitas dalam diskusi itu, Faraz, menyampaikan sejumlah hal kepada Mellani. Faraz yang saat ini kuliah di salah satu kampus di Banda Aceh mengatakan kesulitan untuk naik ke lantai dua gedung kuliah. “Selama di kampus untuk toilet disabilitas sudah ada dan fasilitas lain sudah memadai. Tapi akses untuk naik ke lantai dua gedung tidak ada, kami berharap bisa dibuat lift,” kata Faraz.

Menurut Faraz sejumlah fasilitas yang ramah disabilitas di area publik di Kota Banda Aceh sudah memadai. Namun beberapa fasilitas tersebut perlu adanya peningkatan. “Jadi area publik seperti Transkoetaraja, trotoar, perlu dibenahi supaya pihak disabilitas ini mobilitasnya bisa kemana aja.”

Baca Juga: Mellani Subarni Puji Kegigihan Perajin Toweren Antara

Menanggapi Faraz, Mellani menuturkan hal itu sejalan dengan perjuangannya selama ini untuk mendorong adanya qanun tentang kaum disabilitas. “Tinggal nanti kita dorong ini bisa kita realisasikan ke kehidupan kita. Bagaimana fasilitas-fasilitas [yang berpihak pada] disabilitas ini lebih banyak lagi, khususnya di tempat-tempat umum yang ada di Kota Banda Aceh,” ujar mantan Penjabat Ketua PKK Aceh ini.

Di sisi lain, Mellani memuji komunitas disabilitas Aceh yang terus berinovasi dan kreatif meskipun memiliki kekurangan. “Saya sangat senang bisa ketemu [komunitas difabel] dan saya mendengar langsung inspirasi-inspirasi dari mereka.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy