Olimpiade merupakan ajang olahraga internasional yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga yang diikuti ribuan atlet. Lebih dari 200 negara berpartisipasi dalam kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia ini.
Awalnya, olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno. Namun, pada 393 Masehi, olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi, Theodosius. Pada 1896, olimpiade versi modern pertama digelar Athena, Yunani, dan berlangsung hingga sekarang setiap empat tahun sekali.
Namun, tahukah Anda, pada pergelaran beberapa olimpiade zaman dulu, ada beberapa cabang olahraga (cabor) aneh yang pertandingkan. Dilansir dari Britannica, berikut enam cabor aneh yang pernah dipertandingkan di olimpiade zaman dulu
1. Terjun Jarak Jauh
Cabor ini dipertandingkan di Olimpiade 1900 Paris. Terjun jarak jauh ini menggabungkan lompat jauh dengan renang. Para peserta mengambil ancang-ancang lalu terjun menyelam ke dalam kolam dan tetap diam selama satu menit, atau sampai kepala mereka muncul ke permukaan. Peserta yang meluncur paling jauh menjadi pemenang.
Karena aneh, saat itu hanya hanya lima “atlet” yang mengikuti pertandingan, dan semuanya orang Amerika. “Atlet” bernama William Dickey menjadi pemenang setelah menempuh jarak sekitar 19,1 meter. Di olimpiade selanjutnya, terjun jarak jauh ini dihapus dari daftar cabor.
2. Renang Halang Rintang
Keanehan lain dari Olimpiade Paris 1900 adalah renang halang rintang. Acara yang diadakan di Sungai Seine ini mengharuskan peserta memanjat tiang dan perahu lalu berenang di bawah jejeran perahu untuk menempuh lintasan sepanjang 200 meter.
Sekilas mirip game show Benteng Takeshi dari Jepang. Frederick Lane dari Australia mengalahkan perenang Austria Otto Wahle dengan selisih kurang dari dua detik. Namun, cabor ini kemudian dihentikan oleh Komite Olimpiade.
3. Cabor Seni
Pada Olimpiade Stockholm 1912, beberapa kegiatan seni seperti sastra, musik, lukisan, arsitektur, dan patung, menjadi cabor. Ihwal masuknya cabor seni ini gara-gara obsesi Pierre de Coubertin, penggagas olimpiade modern. Dia beralasan ingin mengembalikan olimpiade ke “keindahan aslinya”.
Cabor seni cukup lama bertahan hingga Olimpiade London 1948. Setelah itu dibatalkan dengan alasan olimpiade dikhususkan untuk para amatir. Sementara sebagian besar peserta cabor seni adalah para profesional. Untuk cabor-cabor seni tersebut, Jerman memenangkan 24 medali, sedangkan Italia berada di posisi kedua dengan 14 medali.
4. Roque
Roque dipertandingkan di Olimpiade Amerika Serikat 1904. Ini olahraga khas Amerika Serikat dan hanya populer di sana. Roque dimainkan di lapangan pasir keras atau tanah liat dengan dinding pembatas yang kokoh. Pemain menggunakan dinding ini untuk melempar bola, mirip dengan cara menyodok bola biliar. Alat pemukul bola–mirip palu–yang digunakan lebih pendek daripada pemukul kriket.
Hanya warga Amerika yang berkompetisi dalam acara tersebut. Komplain pun muncul dari negara lain. Amerika dinilai mencoba menambah perolehan medali lewat roque, olahraga yang cara mainnya hanya dimengerti oleh orang Amerika saja.
5. Menembak Merpati
Cabor ini juga dipertandingkan di Olimpiade Paris 1900. Peserta harus menembak merpati hidup sebanyak-banyaknya. Jika gagal menembak dua kali berturut-turut, penembak akan tereliminasi.
Lapangan tempat acara berlangsung dengan cepat berubah mengerikan karena dipenuhi merpati yang mati dan terluka; hampir 300 burung akhirnya terbunuh.
Medali emas diraih oleh Leon de Lunden dari Belgia, yang mengklaim membunuh 21 merpati. Setelah protes dari aktivis satwa, pada olimpiade berikutnya, merpati hidup diganti dengan merpati buatan dari tanah liat.
6. Menembak ‘Rusa Berlari’
Untungnya, cabor ini tidak melibatkan rusa hidup. Sebaliknya, potongan gambar rusa dengan tiga target lingkaran. “Rusa” itu akan bergerak cepat di depan para penembak, yang berdiri sejauh 100 meter. Masing-masing penembak mendapatkan jatah dua tembakan.
Cabor ini diperkenalkan pada Olimpiade 1908 di London dan diadakan di sejumlah olimpiade berikutnya sebelum dihentikan. Oscar Swahn dari Swedia meraih medali emas untuk cabor ini. Dia menjadi terkenal karena melakukan debut olimpiade pada usia 60 tahun dan menjadi peraih medali emas tertua.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy