Pesan dan Harapan Orang Tua Nurul Akmal, Lifter Putri Aceh Harapan Indonesia di Olimpiade Paris 2024

Hasballah, Ayah Nurul Akmal, memperlihatkan medali yang diraih putrinya di kediamannya di Gampong Serba Jaman, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Sabtu, 10 Agustus 2024. Foto: Line1.News/Liza
Hasballah, Ayah Nurul Akmal, memperlihatkan medali yang diraih putrinya di kediamannya di Gampong Serba Jaman, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Sabtu, 10 Agustus 2024. Foto: Line1.News/Liza

Lhoksukon – Semua harapan kini tertuju kepada Nurul Akmal. Lifter alias atlet angkat besi asal Aceh ini menjadi tumpuan Indonesia menambah perolehan medali di Olimpiade Paris 2024.

Lifter yang kerap disapa Amel ini akan bertanding di nomor women’s +81 kilogram. Pertandingan akan digelar di Paris Expo Porte de Versailles, sekitar pukul 16.30 WIB, Minggu, 11 Agustus 2024.

Amel lahir pada 12 Februari 1993 di Aceh Utara. Putri pasangan Hasballah dan Nurmala ini telah meraih banyak prestasi angkat besi tingkat nasional maupun internasional.

Di antaranya, pada 2017, ia memenangkan medali perak dalam angkat besi +90 kilogram putri di Pesta Olahraga Solidaritas Islam di Baku, Azerbaijjan. Pada tahun itu pula, Amel meraih peringkat keenam dalam Universiade Musim Panas di Taipei, Taiwan.

Lifter Putri Aceh Jadi Tumpuan Indonesia Tambah Medali Olimpiade Paris

Menurut Hasballah dan Nurmala, perjuangan Amel menggapai prestasi kelas dunia itu tak mudah.

“Anak kita itu sudah dari lama sekali ia mengikuti latihan angkat beban, dari waktu dia kelas 1 SMA di Banda Aceh. Dan itu bukan dari permintaan kita tetapi dari kemauannya sendiri,” ungkap Hasballah saat ditemui Line1.News di kediamannya di Gampong Serba Jaman, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara, Sabtu, 10 Agustus 2024.

Sebagai orang tua, kata Hasballah, ia dan istrinya mendukung penuh aktivitas Amel. “Kita sebagai orang tua pun tidak memaksa kehendak sendiri, kalau itu mau anak kita ya kita harus setujui dan dukung apa yang di-mau anak kita,” timpal Nurmala.

Semangat dan perjuangan Amel tak hanya membuat masyarakat Indonesia saja yang bangga. Nurmala dan Hasballah pun ikut bangga.

Tidak hanya itu, lewat perjuangannya, Amel kini menjadi andalan keluarganya di kampung.

“Bangga sekali dengan anak kami itu. Bapak sebetulnya hanya seorang petani tetapi tanpa paksaan dia mau menjadi tulang punggung keluarga,” ujar Hasballah yang juga mantan kombatan GAM tersebut.

Bahkan, Amel juga membuatkan rumah untuk kedua orang tuanya di pedalaman Aceh Utara tersebut. “Rumah sekarang yang kami tempati ini menjadi salah satu yang dia berikan untuk kami orang tuanya,” ujar Nurmala.

Nurmala dan Hasballah memperlihatkan foto Nurul Akmal saat bertanding. Foto: Line1.News/Liza
Nurmala dan Hasballah memperlihatkan foto Nurul Akmal saat bertanding. Foto: Line1.News/Liza

Jaga Konsentrasi, Tidak Lupa Salat

Olimpiade Paris 2024 bukan ajang kelas dunia pertama yang diikuti Amel. Pada Olimpiade Tokyo 2020 silam, Amel tampil di kelas +87 kilogram dan menempati peringkat kelima.

Karena itu, kedua orang tuanya berpesan dan berharap Amel tetap menjaga konsentrasinya saat bertanding.

“Pesan kami untuk anak kita Nurul Akmal, bersungguh-sungguhlah selama proses latihan, jangan pikirkan yang lain-lain. Selesaikan dan fokuskan satu per satu baru pikirkan yang lain-lain,” ujar Hasballah.

“Juga yang paling terpenting salat lima waktu jangan tinggalkan. Harapannya semoga anak kita itu tetap jaga konsentrasinya dalam pertandingan,” tambah Nurmala.

Perjalanan Amel menjalani setiap kompetisi tak selalu mulus. Suatu ketika, ada sebuah insiden yang bikin hati Nurmala dan Hasballah risau.

Peristiwa itu terjadi di Riau. Amel mengalami cedera karena terjatuh ketika mengangkat beban. Akibatnya, hingga sekarang Nurmala dan Hasballah mengakui tetap mengkhawatirkan buah hatinya itu.

“Dari kejadian itu, saya juga berharap pada masa tua Nurul Akmal nanti dia harus senang,” ujar Hasballah.

Begitu pun Nurmala. Dia berharap pemerintah tetap memperhatikan Amel tetap berkarier di dunianya itu seusai perjuangannya mengangkat nama Indonesia selama ini.

“Untuk itu saya harap kepada pemerintah, berikanlah Nurul Akmal pekerjaan yang sepantasnya setelah dia selesai masa berjuangnya dari pertandingan-pertandingan antar dunia yang semata-mata dia lakukan untuk Indonesia,” pungkas Nurmala.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy