Lhokseumawe – Segmen kedua debat kedua Pilkada Lhokseumawe berisi pemaparan visi misi dan program unggulan dari keempat pasangan calon (paslon) wali kota-wakil wali kota. Setiap paslon diberikan waktu tiga menit untuk berbicara dalam debat yang digelar di Aula IAIN Lhokseumawe, Kamis, 21 November 2024.
Calon wali kota nomor satu, Azhari mendapat giliran pertama. Dia mengawalinya dengan pantun sebelum mengucapkan salam kepada hadirin.
“Seperti biasa, sebelum saya menyampaikan salam, saya awali dulu dengan sebuah pantun. Bagi hadirin yang menyahut cakep, tak pinjamkan seratus … jumpain nanti ya,” ujar Azhari disambut tepukan penonton debat.
“Pak Wali Kota pergi mengaji ke dayah.”
“Cakep…!”
“Beliau pulang sampai larut malam.”
“Cakep…!”
“Bapak dan Ibu yang dimuliakan Allah”
“Cakep…!”
“Izinkan saya ucapkan salam… Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh!”
Baca: Plh Ketua KIP Lhokseumawe Buka Debat Publik Kedua Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota
Azhari kemudian menyampaikan visi Azkar (Azhari-Zulkarnaen) yakni menjadikan Kota Lhokseumawe bersyariat dan istimewa dan misi 5T, di antaranya tanpa pengangguran dan tanpa kemiskinan. “Usia 20-60 tahun wajib punya pekerja dan pendapatan yang layak,” ujarnya.
“Siapa yang miskin? Tentunya orang-orang lansia dan disabilitas…”
Setelah itu, giliran calon wali kota nomor dua Sayuti Abubakar memaparkan visi misi. “Menjadikan Lhokseumawe kota yang cerdas dan nyaman huni, dengan program-program unggulan yang kami sesuaikan dengan subtema pada debat kali ini,” ujarnya.
Di antaranya, kata Sayuti, program kerja unggulan bidang pendidikan, sumber daya manusia dan kebudayaan. “Yang pertama adalah meningkatkan tunjangan guru, gratis biaya pendidikan SD, SMP, SMA, dan kuliah, tentunya dengan kriteria tertentu,” sebutnya.
Lalu, meningkatkan kualitas sekolah sehingga nyaman untuk siswa. “Mengusahakan semua honorer menjadi ASN, PNS, dan PPPK. Mengusahakan!”
Selain itu, akan meningkatkan kualitas guru melalui pendidikan, pelatihan standar nasional dan internasional, serta meningkatkan sumber daya pemuda pemuda dan masyarakat agar memiliki kualitas dan kreativitas yang tinggi.
Adapun calon wali kota nomor tiga, Ismail, memaparkan program mewujudkan pendidikan berkualitas dan inklusif yang berdaya saing tinggi serta melestarikan budaya lokal. “Pengembangan guru, pelatihan berkelanjutan, serta sertifikasi nasional dan internasional.”
“Imam (Ismail-Azhar Mahmud) menang, syariat timang. Kami berkomitmen menegakkan syariat Islam secara kaffah di Kota Lhokseumawe. Meningkatkan kualitas pendidikan dayah dan fasilitas yang memadai. Memastikan kesejahteraan para guru dayah dengan memberikan gaji guru yang layak,” imbuhnya.
Ismail juga mengatakan ia dan calon wakilnya, Azhar, berkomitmen mempercepat proses pengalihan aset Stadion Tunas Bangsa Lhokseumawe. “Mengupayakan PSLS Lhokseumawe untuk kembali bermain di Liga I,” ujarnya.
Terakhir, giliran calon wali kota nomor empat, Fathani. “Pilkada Lhokseumawe ini bukan tentang Fathani-Zarkasyi, bukan tentang menang-kalah tapi tentang kemajuan dan perubahan Kota Lhokseumawe,” ujarnya saat mengawali penyampaian visi misi.
“Tentang bagaimana masyarakat melihat peluang perubahan dari empat paslon yang ada, yang merupakan putra-putra terbaik Kota Lhokseumawe. Dan kami pasangan Fajar (Fathani-Zarkasyi) siap menjadi energi baru, perubahan di Kota Lhokseumawe,” sambungnya.
Fathani kemudian memaparkan beberapa program unggulan yang digabungkan dalam ‘Lhokseumawe carong meuagama’, seperti bantuan operasional dayah, beasiswa carong plus bagi siswa, santri, dan mahasiswa berprestasi, serta pemberian insentif guru ngaji gampong hingga Rp500 ribu.
[LIVE STREAMING] Debat Publik Kedua Paslon Wali Kota-Wakil Wali Kota Lhokseumawe
Zarkasyi melanjutkan, bagi Gen Z dan milenial yang kreatif, Fazar akan menyinergikan mereka dengan UMKM. “Agar branding dan pemasaran digital UMKM kita bisa naik kelas, sekaligus mengatasi masalah pengangguran.”
“Creative hub juga akan kami bangun agar anak muda memiliki wadah berjejaring. Kita datangkan speaker dan trainer yang akan melatih soft skill, kewirausahaan, serta peluang kerja dan bisnis baru di dunia digital.”
Menurut Zarkasyi, creative hub, sports center, dan magrib mengaji adalah tiga strategi Fazar untuk melawan maraknya peredaran narkoba di kalangan anak muda.
“Lhokseumawe jaya kembali bukan ilusi, bukan mimpi, atau hanya memori masa lalu. Lhokseumawe jaya kembali adalah masa depan kita, masa depan yang bisa kita jemput apabila kompak bekerja keras mewujudkan fajar baru sudah di Lhokseumawe bersama Fazar…,” ujar Zarkasyi sebelum dipotong moderator karena waktu telah habis.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy