Takengon – Ratusan warga dari berbagai kecamatan mendatangi kantor Bupati Aceh Tengah pada Selasa sore, 2 Desember 2025. Mereka menyuarakan kepanikan akibat kelangkaan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) dan beras.
Warga sempat berusaha mendobrak pintu gerbang kantor bupati. Namun upaya itu dicegah aparat TNI Polri yang berjaga di depan gerbang. Saling dorong pun terjadi.
Namun, kekisruhan itu hanya berlangsung sebentar. Setelah itu, seseorang yang menyebut diri perwakilan masyarakat Aceh Tengah berorasi secara damai, sedangkan yang lain mendengarkan.
“Kami butuh [bantuan beras] ini segera [disalurkan]. Kami mati kelaparan Pak Bupati,” ujar orator tersebut dilihat di video unggahan akun TikTok Bupati Aceh Tengah Haili Yoga @hailiyoga.official.
Selain orator, seorang warga dari Kecamatan Rusip mengaku meninggalkan keluarga karena sudah kelaparan dan tidak ada BBM untuk pulang mengantar makanan.
Baca juga: Menko AHY Antar 30 Ton Beras Bantuan Presiden ke Aceh Tengah
Haili sendiri menemui warga yang menyampaikan aspirasi tersebut. Melalui megafon dari balik gerbang di halaman kantor bupati ia mengatakan saat ini kondisi semua lini sedang krisis.
Dia menegaskan Pemkab Aceh Tengah sangat memahami kesulitan yang dialami masyarakat. Namun, kata Haili, sisa stok BBM yang ada saat ini harus dialokasikan untuk kepentingan vital dan darurat.
BBM diprioritaskan untuk alat berat yang membuka jalan akses vital keluar masuk kabupaten yang terputus. Selain itu, untuk ambulans demi kepentingan evakuasi dan layanan kesehatan darurat. Lalu, genset posko evakuasi untuk memastikan posko tetap beroperasi, mobilitas tim evakuasi untuk mendukung operasi penyelamatan dan bantuan.
“Sebagian kita izinkan SPBU menjual stok BBM-nya. Ini adalah derita bersama, tidak ada kepentingan pribadi. Stok [BBM] yang tersisa adalah untuk prioritas penyelamatan dan pemulihan kita bersama,” ujarnya memohon pengertian dari masyarakat.
Haili juga mengatakan Pemkab Aceh Tengah secara intensif terus menyuarakan permohonan bantuan kebutuhan esensial, khususnya beras dan BBM, kepada pemerintah provinsi dan pusat.
“Alhamdulillah meskipun bantuan sudah mulai masuk, kebutuhan masyarakat esensial semakin mendesak. Kapasitas pemerintah daerah sangat terbatas. Tanpa bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat, krisis ini akan semakin parah. Suara Bapak dan Ibu sudah saya sampaikan. Coba lihat bagaimana gerakan kami, tidak pernah berhenti, 24 jam,” ujarnya.
Sementara di unggahan video itu, tertulis caption: “Menangis hati kami melihat penderitaan masyarakat kami, kami mohon bantuan bapak Presiden Republik Indonesia dan bapak Wakil Presiden Republik Indonesia, untuk dapat membantu kami dalam menanggulangi dampak bencana alam yang terjadi di kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya bapak.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy