Banda Aceh, Line1.News – Wali Nanggroe Aceh, Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar, mengeluarkan seruan penting bagi masa depan Tanah Rencong. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Hal tersebut ditegaskan Wali Nanggroe saat menerima audiensi perwakilan ulama muda Aceh di Meuligoe Wali Nanggroe, Banda Aceh, Rabu, 22 April 2026.
Kabag Kerja Sama dan Humas Wali Nanggroe, Zulfikar Idris, menyatakan pertemuan ini fokus pada pentingnya sinergi lintas sektor.
“Kita semua agar dapat bersatu, baik itu umara (pemerintah), ulama, maupun tokoh masyarakat, untuk membangun Aceh di masa yang akan datang,” ujar Wali Nanggroe di hadapan para tamu.
Inisiasi Silaturahmi Akbar
Dalam pertemuan tersebut, delegasi ulama muda yang dipimpin oleh Abu Yusri Wali menyampaikan rencana besar untuk menggelar silaturahmi yang melibatkan berbagai unsur penting di Aceh.
“Kami datang untuk meminta nasihat, saran, dan pandangan agar rencana silaturahmi ini dapat terlaksana dengan baik. Kami sangat berharap kehadiran Wali Nanggroe sebagai tokoh pemersatu masyarakat Aceh,” ungkap Abu Yusri.
Menurutnya, posisi Lembaga Wali Nanggroe sangat strategis sebagai figur penengah yang independen, mencakup aspek keagamaan, adat, hingga pemerintahan.
Dukungan Penuh Wali Nanggroe
Merespons inisiatif tersebut, Wali Nanggroe yang didampingi Anggota Majelis Tuha Peut, Jufri Hasanuddin, dan Staf Khusus Profesor Rustam Effendi, memberikan dukungan penuh. Ia berharap agenda silaturahmi tersebut menjadi momentum nyata dalam mempersatukan visi demi kemaslahatan rakyat Aceh.
Pertemuan ini turut dihadiri sejumlah tokoh muda pesantren, di antaranya Abi Hamdani, Teungku Halimi Mahmud, Abi Fachrul, Teungku Khairun Nufus, Teungku Irvan, Teungku Dedi, dan Teungku Ilyas Thaeb.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy