Usai Banjir, Harga Beras di Lhokseumawe Meroket Jadi Rp310 Ribu Per 15 Kilogram, Sebagian Toko Sembako Tutup

Salah satu toko grosir beras di Lhokseumawe tutup
Salah satu toko grosir beras di Lhokseumawe tutup. Foto: Istimewa

Lhokseumawe – Usai banjir bandang beberapa hari terakhir, warga Lhokseumawe kini dihantui krisis bahan pokok sembako, terutama beras dan telur.

Amatan Line1.News di sejumlah pasar di Lhokseumawe, Minggu, 30 November 2025, hampir seluruh toko grosir dan eceran yang menjual beras dan telur sudah tutup. Hal ini membuat masyarakat panik.

Warga menyebutkan kalaupun ada barang, harga beras melambung sangat tinggi hingga Rp310 ribu per 15 kilogram. Padahal sebelumnya harga beras berkisar Rp200 ribu hingga Rp230 ribu per 15 kg.

Pedagang grosir Toko Beras UD Junaidi mengatakan ia dan sejumlah toko grosir beras lainnya sejak Kamis, 27 November 2025, mengalami kehabisan stok beras karena suplai dari berbagai agen pemasok terputus akibat akses Jalan Banda Aceh-Medan lumpuh total.

“Saat ini seluruh stok beras dari berbagai merek dan jenis di Lhokseumawe kosong total. Kami tidak dapat memastikan kapan bahan pokok utama itu ada. Informasi dari Medan, mereka belum bisa jalan karena banjir dan akses jalan ke Lhokseumawe lumpuh, dan sebaliknya dari arah Banda Aceh juga lumpuh.” ujarnya kepada Line1.News melalui telepon seluler, Minggu, 30 November 2025.

Ia menambahkan, apabila beras nanti masuk ke Lhokseumawe beberapa hari ke depan, harganya tentu akan mengalami kenaikan.

Sementara itu, seorang warga Lhokseumawe, Kartini, mengakui sejak kemarin hingga hari ini belum mendapatkan beras satu bambu pun.

“Ini sangat bahaya kalau tidak teratasi segera oleh pemerintah karena akan menimbulkan kepanikan yang dahsyat nanti beberapa hari ke depan.”

Tak Ada Telur Ayam

Telur ayam juga tidak tersedia di pasar-pasar tradisional kawasan pusat kota Lhokseumawe hingga kedai sembako di desa-desa.

Pantauan Line1.News, Minggu pagi (30/11), di Pasar Inpres Lhokseumawe, semua kedai yang khusus menjual telur ayam tutup. “Tidak ada telur, sudah habis makanya kedainya tutup. Di toko-toko kelontong [sembako] besar juga kosong telur,” kata seorang juru parkir di Pasar Inpres.

Di kedai-kedai sembako di sejumlah desa dalam Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe juga tidak ada lagi telur ayam. “Telur habis, kosong,” kata pedagang sembako di salah satu kedai di Jalan Ahmad Kandang Desa Meunasah Mesjid, Cunda, Kecamatan Muara Dua.

Kondisi tersebut juga terjadi di sejumlah toko sembako di kawasan Simpang Buloh, Cunda, dan Desa Paya Punteuet, Kecamatan Muara Dua.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy