Meulaboh – Bupati Aceh Barat, Tarmizi, mengungkapkan kekhawatirannya terkait informasi pemangkasan dana pembangunan Rumah Sakit Regional Meulaboh oleh Tim Anggaran Pemerintah Aceh (TAPA).
Menurut Tarmizi, anggaran yang semula dialokasikan sekitar Rp60 miliar untuk tahun 2026 diduga telah dinolkan oleh TAPA.
“Informasi yang kami terima, anggaran itu sudah tidak ada lagi atau nol rupiah. Walaupun belum pasti, kami tetap melakukan konfirmasi,” kata Tarmizi saat meninjau progres pembangunan RS Regional Meulaboh, Minggu, 27 Desember 2025.
Tarmizi menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Aceh yang sebelumnya menyampaikan bahwa anggaran sekitar Rp90 miliar telah diinput dan diserahkan kepada TAPA, lalu ke Kementerian Dalam Negeri. Namun, setelah dicek, anggaran tersebut ternyata sudah tidak tercatat lagi.
“Artinya, sudah tidak ada anggaran sama sekali. Ini tentu sangat memprihatinkan,” ucap Tarmizi, dilansir laman Pemkab Aceh Besar.
Desak Anggarkan Kembali
Oleh karena itu, Tarmizi meminta dengan tegas agar Pemerintah Aceh kembali menganggarkan dana pembangunan RS Regional Meulaboh.
Dia menilai minimal Rp60 miliar perlu dialokasikan untuk tahun 2026 ini agar target pengoperasian rumah sakit pada tahun 2028 dapat tercapai sesuai dengan harapan Gubernur Aceh.
“Rumah sakit ini sangat penting untuk pelayanan kesehatan masyarakat wilayah barat selatan Aceh. Kami berharap anggaran ini bisa dikembalikan demi kepentingan masyarakat,” tegas Tarmizi.
Butuh Rp150 M Lagi
Tarmizi menyampaikan peninjauan tersebut untuk memastikan perkembangan pembangunan RS Regional Meulaboh yang dibiayai anggaran tahun 2025.
Dia menyebut pemerintah daerah telah berjuang dan berhasil memperoleh anggaran Rp49 miliar untuk pembangunan pada tahun 2025 ini.
“Alhamdulillah, progres pembangunan sudah sangat bagus dan hampir selesai. Kita berharap kepada Pemerintah Aceh agar Rumah Sakit Regional Meulaboh ini dapat difungsikan pada tahun 2028,” ujar Tarmizi.
Namun, Tarmizi menegaskan untuk dapat beroperasi secara optimal sebagai rumah sakit tipe C, masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp150 miliar. Sementara untuk tahun 2026, kebutuhan mendesak diperkirakan mencapai Rp50 miliar.
Dalam peninjauan itu, Tarmizi didmapingi Wakil Bupati Aceh Barat Said Fadheil, Asisten Administrasi Umum, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian, Erdiqn Mourny, Kepala Dinas Kesehatan, Cut Hasanudin, serta Direktur RSUD Cut Nyak Dien, Illum Anam.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy