Ya ayyuhalladzina amanusta‘inu bish-shabri wash-shalah, innallha ma‘ash-shabirin.
Artinya, Wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
Syekh Nawawi Banten (wafat 1316 Hijriah) menjelaskan maksud dari ayat ‘ya ayyuhalladzina amanusta‘inu’, ‘wahai orang-orang yang beriman mohonlah pertolongan untuk membersihkan dosa’. Kemudian disusul dengan penjelasan ayat ‘bish-shabri’. Syekh Nawawi berkata, “Dengan sabar dalam mengerjakan kewajiban-kewajiban-Nya dan meninggalkan bermaksiat kepada-Nya serta ketika ditimpakan ujian-Nya”. Sedangkan makna lafal ‘wash-shalah’ maksudnya dengan memperbanyak salat sunnah di malam dan siang hari.
Adapun Syekh Ahmad bin Muhammad As-Shawi (wafat 1825 Masehi) menjelaskan maksud dari sabar dalam ketaatan ialah sabar dalam melanggengkan ketaatan dan meninggalkan kemaksiatan.
Syekh Ahmad juga mengklasifikasikan pembagian sabar dan tingkatannya. Kata Syekh Ahmad, menurut ucapan Mufassir (wal bala) maksudnya ialah musibah. Sabar dalam hal ini terbagi menjadi tiga tingkatan yaitu sabar dalam melanggengkan ketaatan, meninggalkan maksiat, serta menghadapi musibah dengan tetap memuji dan bersyukur kepada Allah. “Ia akan menjadi orang yang bersyukur baik dalam keadaan bahagia maupun sengsara,” ujar Syekh Ahmad.
Dari ketiganya, kata Syekh Ahmad, sabar dalam meninggalkan maksiat adalah yang paling utama, disusul sabar dalam melanggengkan melakukan ketaatan dan terakhir sabar menghadapi ujian.
Menurut Syekh Ahmad, ada keterangan dari Nabi Muhammad SAW bahwa orang yang sabar dalam menghadapi ujian akan Allah tinggikan derajatnya sebanyak 300 derajat, yang di antara setiap dua derajat (terdapat jarak) seperti jarak antara langit dan bumi.
“Orang yang sabar dalam melanggengkan ketaatan akan diangkat derajatnya sebanyak 600 derajat, yang di antara setiap dua derajat (terdapat jarak) seperti jarak antara langit dan bumi. Sedangkan orang yang sabar dalam meninggalkan maksiat akan diangkat derajatnya sebanyak 900 derajat, yang di antara setiap dua derajat (terdapat jarak) seperti jarak antara langit dan bumi.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy