Jakarta – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 24 Februari 2025.
Danantara disebut bertugas mengoptimalkan kekayaan negara dari investasi. Melalui Danantara, pemerintah katanya akan menginvestasikan sumber daya alam serta aset-aset negara, sehingga diharapkan badan ini dapat mendorong berbagai proyek yang memiliki dampak besar dan berkelanjutan bagi Indonesia.
Danantara akan mengonsolidasikan Indonesia Investment Authority (INA) dan tujuh badan usaha milik negara (BUMN). Tujuh BUMN yang telah tergabung dalam Danantara sebagai tahap awal ialah Bank Mandiri, Bank BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID.
Prabowo menuturkan, keberadaan Danantara untuk menopang masa depan ekonomi Indonesia. Dia meminta pengelolaan lembaga investasi tersebut dilakukan secara transparan dan hati-hati.
“Daya Anagata Nusantara artinya kekuatan energi masa depan bagi Indonesia, untuk anak dan cucu kita, Danantara Indonesia harus dikelola dengan sebaik-baiknya, dengan sangat hati-hati, dengan sangat transparan, dengan saling mengawasi, harus bisa diaudit setiap saat oleh siapapun, karena ini sekali lagi adalah milik anak dan cucu kita.”
Siapa Saja Pengurus Danantara?
Selain meresmikan Danantara, Prabowo juga meneken penunjukkan sejumlah pejabatnya. Prabowo mengangkat para pengurus Danantara melalui Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia.
“Selanjutnya, saya juga menandatangani Keppres Nomor 30 Tahun 2025 tentang Pengangkatan Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana Danantara,” ujar Prabowo dipantau via YouTube Sekretariat Presiden.
Baca juga: Prabowo Luncurkan BPI Danantara, Apa Itu?
Struktur Danantara memiliki dua unsur utama, yaitu Dewan Pengawas dan Badan Pelaksana. Ketentuan itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN).
Dalam kepengurusan Danantara, Prabowo menunjuk Rosan Roeslani sebagai Chief Executive Officer (CEO) atau Kepala Danantara.
Rosan merupakan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Ia akan didampingi Pandu Patria Sjahrir, Wakil Presiden Direktur PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) Pandu Sjahrir yang juga Ketua Pengembangan Keuangan Digital Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Dony Oskaria, Wakil Menteri BUMN.
Pandu merupakan keponakan Luhut Binsar Pandjaitan. Ia ditunjuk sebagai Chief Investment Officer (CIO). Pandu juga pendiri AC Ventures (ACV), perusahaan modal ventura Indonesia. Pada Senin, 10 Februari 2025, ACV menerima komitmen investasi sebesar 8 juta USD untuk dana iklim dan keberlanjutan dari Australian Development Investments atau ADI.
Sementara Dony menjadi Chief Operating Officer (COO). Di dalam struktur BUMN, COO dan CIO merupakan dua posisi penting di bawah CEO BPI Danantara. COO mengawasi operasional holding BUMN, sedangkan CIO mengelola investasi holding BUMN.
SBY dan Jokowi di Jajaran Penasihat
Selain ketiga petinggi tersebut, Prabowo juga menunjuk Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Dewan Pengawas, dan eks ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad sebagai wakil ketua. Sementara Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai anggota.
Sebelumnya, pada 22 Oktober 2024 Prabowo melantik Muliaman sebagai Kepala Danantara dalam struktur awal lembaga itu. Saat itu Danantara belum resmi meluncur. Kini, setelah Danantara resmi beroperasi, posisi Muliaman tergeser Rosan Roeslani.
Selain itu, Prabowo juga melibatkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Jokowi sebagai penasihat Danantara, serta eks Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Selain itu, ada organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).
Berikut Daftar Susunan Petinggi Danantara
Dewan Pengawas
Ketua: Menteri BUMN, Erick Thohir
Wakil Ketua: Muliaman Hadad
Anggota: Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati
Badan Pelaksana
CEO: Rosan Perkasa Roeslani
COO (Holding Operasional): Dony Oskaria
CIO (Holding Investasi): Pandu Sjahrir


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy