Banda Aceh – Kementerian Agama RI menganggarkan paket konsumsi jemaah haji Provinsi Aceh tahun 2025 total pagu Rp779,2 juta.
Dilihat Line1.News, Minggu, 18 Mei 2025, dalam Rencana Umum Pengadaan (RUP) Kementerian Agama, paket tersebut di bawah Satuan Kerja Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Aceh.
Paket dengan kode RUP 59140863 yang diumumkan pada 5 Mei 2025 itu merupakan pengadaan jasa lainnya, dan metode pemilihan e-purchasing. Jadwal pemilihan penyedia pada Mei, pelaksanaan kontrak Mei hingga Juli, dan pemanfaatan barang/jasa juga Mei-Juli 2025.
Baca juga: 393 Jemaah Haji Aceh Kloter Pertama Diberangkatkan ke Tanah Suci
Diketahui, sebanyak 393 jemaah haji Embarkasi Aceh kelompok terbang (kloter) pertama dari Kota Banda Aceh telah diberangkatkan ke Makkah melalui Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Minggu pagi, 18 Mei 2025.
Menurut Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Azhari, sebelumnya jemaah kloter satu itu masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh pada Sabtu, kemarin.
Azhari menyebut total jemaah dan petugas haji Aceh tahun 2025 berjumlah 4.378 orang dan tergabung dalam 12 kloter. Sebelas kloter penuh dan satu kloter gabungan dengan jemaah asal Medan, Sumatera Utara. Jumlah tersebut terdiri dari 4.110 jemaah regular, 219 lanjut usia (lansia) prioritas, 36 Petugas Haji Daerah (PHD), dan 13 petugas kloter.
Baca juga: ‘Keumamah’ untuk Jemaah Haji Aceh, Garuda Indonesia Prioritaskan Lansia di Kursi Bisnis
General Manager (GM) PT Garuda Indonesia Cabang Aceh, Nano Setiawan mengatakan pada musim haji tahun ini, Garuda Indonesia menyiapkan pesawat tipe Boieng 777 Seri 300 yang merupakan paling besar.
Menurut Nano, total kursi di pesawat itu 393. Rinciannya, 367 kursi ekonomi dan 26 kelas bisnis. Jemaah haji Aceh yang masuk kategori lanjut usia mendapatkan layanan khusus di kursi kelas bisnis.
“Kabin bisnis ini kita bisa muliakan orang tua kita yang memerlukan penanganan yang lebih baik, karena kabin ini cukup luas. Insya Allah, pengawasannya pun akan lebih baik lagi,” kata Nano di Banda Aceh, Jumat, 16 Mei 2025.
Nano menyatakan jemaah haji juga diberikan dua kali makanan berat dan satu kali camilan selama penerbangan 7,5 jam dari Banda Aceh ke Jeddah, Arab Saudi. “Menunya ada keumamah, ayam tangkap, dan menu-menu lokal lainnya,” ucap dia.
Baca juga: Jemaah Haji Aceh Bakal Dapat Uang Saku, Ini Besarannya
Jemaah haji embarkasi Aceh bakal mendapatkan biaya hidup atau living cost selama berada di Tanah Suci. Uang saku itu diberikan dalam bentuk mata uang Saudi Arabian Riyal (SAR) senilai 750 riyal.
Kakanwil Kemenag Aceh, Azhari menyampaikan biaya hidup tersebut akan didistribusikan oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) kepada masing-masing jemaah di Embarkasi Aceh. “Nanti diserahkan langsung ke masing-masing jemaah haji saat di Asrama Haji di Banda Aceh. Jadwalnya beda-beda, tergantung jadwal jemaah masuk asrama haji,” kata Azhari, Rabu, 14 Mei 2025.
Azhari menjelaskan setiap jemaah haji mendapatkan living cost Rp3.030.000. Uang saku ini berasal dari setoran Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH jemaah. “Nantinya akan dikembalikan ke jemaah ketika akan berangkat ke Arab Saudi. Semoga dapat membantu selama menjalankan ibadah haji nantinya,” katanya.
Deputi Investment, Savings, and Entrepreneurship (ISE) BSI, Sandi Rahmad menuturkan seluruh jemaah haji Aceh akan mendapatkan uang saku itu. “Setiap jemaah nanti akan mendapatkan amplop yang berisi masing-masing 1 lembar SAR 500, 2 lembar SAR 100 dan 1 lembar SAR 50,” ucap Sandi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy