Satgas Asesmen Sejumlah Lokasi, BNPT Optimis PON di Aceh Berjalan Sukses

Pj Gubernur Aceh dan Deputi BNPT
Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA foto bersama Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi BNPT RI Roedy Widodo serta rombongan usai audiensi di Pendopo Gubernur, Banda Aceh, Selasa, 10 September 2024. Foto: Istimewa

Banda Aceh – Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) RI, Roedy Widodo, merasa optimis pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XXI Aceh-Sumut berjalan sukses. Roedy menyebut Aceh menjadi daerah yang aman dan berpotensi kecil terjadinya ancaman radikalisme dan terorisme.

Roedy mengungkapkan itu saat beraudiensi dengan Pj. Gubernur Aceh, Safrizal ZA, di Pendopo Gubernur, Selasa, 10 September 2024. Dalam pertemuan itu, Pj. Gubernur Aceh berdiskusi banyak hal dengan pihak BNPT terkait potensi dan gejala radikalisme yang mungkin terjadi.

Menurut Roedy, pihaknya membentuk Satgas untuk mengawasi dan melakukan asesmen selama PON berlangsung di Aceh. Asesmen itu dilakukan di sejumlah tempat yang banyak didatangi tamu PON dari luar Aceh seperti bandara, venue pertandingan, lokasi wisata, dan hotel.

“Kita melakukan asesmen terhadap sistem keamanan pada sejumlah lokasi untuk mengecek potensi terjadinya radikalisme,” kata Roedy dikutip pada Rabu (11/9).

Sementara Pj. Gubernur Safrizal mengatakan semua pihak harus terlibat bekerja sama dalam upaya penanggulangan dan pencegahan radikalisme hingga terorisme.

Safrizal menyambut baik kehadiran BNPT di Aceh. Dia menilai kerja sama dengan BNPT sangat penting bagi Aceh sebagai daerah yang memiliki latar belakang konflik di masa silam.

“Damai Aceh ini perlu dijaga, Pemerintah Aceh memiliki konsen terhadap penciptaan stabilitas daerah yang makin baik dan kondusif,” ucap Safrizal.

Oleh karena itu, Safrizal berharap BNPT dapat mendeteksi sedini mungkin bila menemukan pemantik radikalisme.

Tujuh Program

Dalam audiensi itu, Roedy juga menyampaikan tujuh program prioritas yang diharapkan dapat menciptakan sekaligus menguatkan public awareness dan public engagement dalam upaya bersama penanggulangan terorisme.

Ketujuh program prioritas tersebut di antaranya pemberdayaan perempuan, anak dan remaja, pembentukan Desa Siap Siaga-Desa Damai, pembentukan sekolah damai, pembentukan kampus kebangsaan, pemenuhan hak dan pemberdayaan penyintas serta keluarga.

Selain itu, terkait reintegrasi dan reedukasi mitra deradikalisasi serta keluarga, dan mengenai asesmen pegawai dengan tugas risiko tinggi.

“Program-program ini dapat membangun public awareness dan public engagement, tentunya harus didukung dengan kekuatan multistakeholders,” kata Roedy Widodo.

Pertemuan itu juga dihadiri Direktur Pencegahan BNPT Profesor Irfan Idris, Kasubdit Bina Masyarakat BNPT Sujatmiko, dan Tenaga Ahli BNPT Hariyadi. Sedangkan Pj. Gubernur Safrizal didampingi Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh, Dedy Yuswadi.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy