Ribuan Siswa di Korea Keracunan Kimchi yang Terkontaminasi Norovirus

Wali Kota Namwon Choi Kyung-sik berbicara dengan siswa dan orang tuanya. Dia mengatakan pemerintah berusaha membendung penyebaran virus tersebut. Foto: BBC
Wali Kota Namwon Choi Kyung-sik berbicara dengan siswa dan orang tuanya. Dia mengatakan pemerintah berusaha membendung penyebaran virus tersebut. Foto: bbc.com

Seoul – Sekira 1.000 orang di Korea Selatan keracunan usai menyantap kimchi yang terkontaminasi norovirus. Jumat pagi pekan lalu, Pejabat Kota Namwon mengumumkan ada 996 kasus yang dikonfirmasi. Namun, laporan media lokal menyebutkan jumlah itu telah meningkat menjadi 1.024 pada Sabtu sore.

Dilansir dari BBC, Senin, 8 Juli 2024, otoritas mengatakan korban keracunan adalah para siswa dan staf dari 24 sekolah. Mereka mengalami muntah-muntah, diare, dan sakit perut setelah mengonsumsi kimchi pada jam makan siang sekolah. Kimchi tersebut merupakan menu makan siang sekolah yang didistribusikan oleh sebuah perusahaan.

Kimchi sendiri makanan tradisional khas Korea yang terbuat dari fermentasi sayuran, umumnya kubis. Makanan ini diduga telah terkontaminasi norovirus sehingga membuat orang keracunan.

Norovirus sangat menular dan dapat menyebar melalui sentuhan permukaan yang terkontaminasi, seperti gagang penyiraman toilet dan dari orang yang sudah terinfeksi.

Umumnya, orang yang terinfeksi akan sembuh dalam beberapa hari tanpa memerlukan perawatan di rumah sakit. Namun beberapa orang menderita sakit parah.

Pejabat Kota Namwon mengatakan telah memulai penyelidikan epidemiologi untuk mengungkap sumber penyakit pada Rabu pekan lalu, setelah kasus pertama dilaporkan sehari sebelumnya. Jumlah kasus tumbuh pesat, dari 153 pada Rabu menjadi 745 pada Kamis.

Wali Kota Namwon, Choi Kyung-sik, mengatakan petugas kesehatan telah melakukan tanggapan pre-emptif dan eksesif guna mencegah penyebaran lebih lanjut. “Kami akan memastikan keselamatan warga kami,” ujarnya.

Pejabat kota mengatakan norovirus telah terdeteksi di antara pasien, melalui sampel lingkungan dan di beberapa kimchi yang rutin dikirimkan ke sekolah-sekolah.

Akibat insiden itu, departemen bencana dan keselamatan untuk sementara menghentikan produksi dan penjualan produk apa pun dari perusahaan pembuat kimchi, yang juga sedang dalam proses penarikan sukarela produk yang telah didistribusikan.

Namun, hingga saat ini pemerintah belum menyebutkan nama perusahaan yang memproduksi kimchi tersebut.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy