Ratusan Ribu Ternak Mati Dampak Bencana Sumatra, Terbanyak di Aceh

Peternak
Ratusan hewan ternak di Gampong Ceumpeudak, Panton Labu, Aceh Utara, mati akibat tenggelam dalam banjir bandang akhir November 2025. Foto: Tangkapan Layar

Jakarta – Ratusan ribu ternak mati akibat Bencana Sumatra. Data Kementerian Pertanian per 31 Desember 2025 menyebutkan total hewan ternak terdampak bencana di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara mencapai 778.922 ekor.

Rincian ternak terdampak bencana meliputi unggas 622.154 ekor (terbanyak di Aceh dengan 454.543 ekor). Lalu kambing/domba 113.325 ekor (terbanyak di Aceh dengan 110.159 ekor, dan sapi/kerbau 38.393 ekor (terbanyak di Aceh dengan 36.337 ekor).

Karena itu, Anggota Komisi IV DPR RI Hindun Anisah mengapresiasi langkah pemerintah menyalurkan bantuan bagi peternak terdampak bencana Sumatra. Ia menilai selama ini peternak sering kali terabaikan. Padahal saat ternak hanyut atau mati, mereka praktis kehilangan mata pencaharian.

“Dukungan pemerintah adalah kunci agar mereka bisa bangkit kembali. Kendati demikian harus ada pengawasan ketat dalam proses penyalurannya,” ujar Hindun dikutip dari Laman DPR RI, Kamis, 8 Januari 2026.

Menurutnya, intervensi pemerintah sangat krusial mengingat peternak tidak hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga modal produksi seperti ternak dan kandang.

Penyelamatan sektor peternakan, kata politisi Fraksi PKB tersebut, bukan sekadar bantuan sosial, melainkan investasi untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Hindun memperingatkan gangguan pada sektor peternakan berpotensi memicu kelangkaan serta kenaikan harga daging, telur, dan susu di pasar.

“Negara tidak boleh abai terhadap efek berantai ini. Jika peternak dibiarkan berjuang sendiri, dampaknya akan membebani masyarakat luas melalui kenaikan harga pangan,” ujar legislator asal Jawa Tengah tersebut.

Meski mengapresiasi pendataan Kementan, Hindun mendesak eksekusi bantuan dilakukan secara cepat, transparan, dan tepat sasaran sesuai karakteristik kebutuhan tiap peternak. Ia menggarisbawahi pentingnya pengawasan ketat agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

“Bantuan harus disesuaikan dengan jenis ternaknya karena kebutuhan peternak sapi berbeda dengan peternak unggas. Ke depan, pemerintah juga harus menyiapkan program pemulihan jangka panjang agar mereka kembali mandiri.”

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy