Banda Aceh – Juru Bicara Bustami Hamzah-M. Fadhil Rahmi, Syakya Meirizal, mempertanyakan netralitas KIP Aceh terkait puluhan penonton yang dilaporkan bisa masuk ke ruang debat meski tak memiliki tanda pengenal yang disiapkan KIP Aceh. Eksesnya, beberapa kali muncul kegaduhan penonton di ruang debat perdana pasangan calon gubernur-wakil gubernur Aceh di Hotel Amel Convention Hall, Banda Aceh, Jumat, 25 Oktober 2024, malam.
Syakya menyebut suasana debat menjadi riuh dan tak seimbang. Para penonton tanpa tanda pengenal ini juga bersorak dan membuat gaduh saat paslon 01 memberi statemen.
“Ini patut kita pertanyakan. Kenapa petugas di pintu masuk membiarkan ini terjadi? Jangan-jangan kegaduhan ini sengaja di-setting untuk mematahkan semangat paslon 01,” ujar Syakya Meirizal, Sabtu, dikutip Minggu (27/10). “Netralitas KIP Aceh perlu dipertanyakan,” ucap dia.
Seharusnya, kata Syakya, petugas dari KIP Aceh komit menjalankan aturan yang dibuat serta disepakati bersama.
Baca juga: Debat Perdana: Ini Jawaban Mualem dan Syeh Fadhil Soal Strategi Penerapan Syariat Islam Efektif
Pendukung masing-masing paslon yang berada dalam ruangan debat jumlahnya mesti sama. Demikian juga dengan tata tertib acara. “Jadi kalau ada yang melanggar, ditegur atau jika tetap tak diindahkan, dikeluarkan dari ruangan,” tegasnya.
Syakya berharap KIP Aceh melakukan evaluasi pascadebat perdana dan memberi teguran kepada petugas yang bertanggung jawab di pintu masuk.
“Kami meminta kasus ini tak lagi terulang pada debat kedua. Ini menjadi catatan khusus dari kami untuk debat pertama,” ujar dia.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy