Puluhan Masjid dan Organisasi Islam Desak PM Inggris Hentikan Penjualan Senjata ke Israel

Masjid di London
Sebuah masjid di London Timur kawasan Tower Hamlets, pada 9 Agustus 2024. Foto: AFP/Getty Images

London — Puluhan masjid dan organisasi Islam terbesar di Inggris mendesak tindakan tegas dari Perdana Menteri Keir Starmer atas krisis kemanusiaan yang terus berlangsung di Gaza.

Lewat surat terbuka, mereka memperingatkan kelambanan pemerintah Inggris telah memungkinkan terjadinya kekejaman berkelanjutan oleh Israel di Gaza.

Mereka juga mengecam sikap pemerintah Inggris yang gagal secara moral karena membiarkan penderitaan warga sipil Gaza terus berlanjut.

Surat tersebut ditandatangani 44 lembaga terkemuka, termasuk Masjid East London, Masjid Pusat Birmingham, Masjid Finsbury Park, dan Pusat Kebudayaan Islam Regents Park.

“Selama lebih dari 18 bulan, kami telah menyaksikan kehancuran dan penderitaan manusia yang luar biasa di Gaza,” bunyi surat itu dilansir Middle East Monitor, Jumat, 23 Mei 2025.

“Israel dengan jelas menggunakan kelaparan sebagai senjata perang terhadap penduduk sipil yang tak berdaya — sebuah tindakan yang bertentangan langsung dengan hukum humaniter internasional.”

Dalam surat tersebut, mereka menuntut empat langkah konkret dari pemerintah Inggris yakni gencatan senjata segera dan pembebasan semua tahanan, penghentian total blokade Gaza, pengakuan resmi terhadap Negara Palestina, serta penghentian seluruh penjualan senjata ke Israel.

Para pemimpin komunitas Muslim memperingatkan pemerintah Inggris berisiko merusak komitmennya sendiri terhadap hukum internasional dan hak asasi manusia dengan terus memberikan dukungan material kepada Israel.

“Tidak adanya intervensi diplomatik atau bantuan kemanusiaan yang berarti, disertai dukungan material yang terus diberikan kepada Israel, menodai komitmen Inggris terhadap keadilan global,” tulis mereka.

Mereka juga menegaskan bahwa solusi dua negara harus dilandaskan pada prinsip keadilan, bukan sekadar kepentingan politik sesaat. “Kami menyerukan pengakuan atas Negara Palestina sesuai konsensus internasional dan resolusi-resolusi PBB.”

Surat tersebut menggambarkan secara gamblang kondisi tragis yang dihadapi dua juta warga Gaza: “Ribuan anak-anak dan bayi kekurangan gizi kini menghadapi ancaman kematian yang kejam dan sebenarnya bisa dicegah.”

Surat itu juga memperingatkan bahaya standar ganda dalam penegakan hukum internasional yang bisa menciptakan preseden diskriminatif berdasarkan etnis atau agama. “Nilai-nilai hak asasi manusia, antirasisme, dan keadilan harus ditegakkan secara universal.”

Seruan itu menambah tekanan dari komunitas sipil dan keagamaan di Inggris terhadap pemerintah untuk segera menghentikan dukungan terhadap tindakan-tindakan Israel di Gaza, yang semakin banyak dikategorikan sebagai pembersihan etnis oleh para ahli hukum dan hak asasi manusia.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy