Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan sejumlah organisasi masyarakat Islam ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta pada Selasa siang, 3 Februari 2026. Pertemuan itu untuk membahwa Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia KH Cholil Nafis mengaku turut diundang.
“Ya saya juga diundang siang ini. Yang sampai ke saya [informasinya agenda pertemuan diskusi] tentang BoP,” kata Cholil dilansir Antara.
Prabowo juga mengundang Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pengurus Pusat Muhammadiyah.
“Iya benar ada agenda tersebut jam 14.00 WIB,” kata Sekjen PBNU Saifullah Yusuf.
Sementara Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengatakan dari organisasinya akan hadir Profesor Syafiq Mughni dan dirinya.
Baca juga: Rencana Indonesia Bayar Rp17 Triliun ke Dewan Perdamaian Dinilai Keliru Secara Logika dan Moral
Indonesia telah bergabung ke BoP yang diluncurkan pada sela-sela acara World Economic Forum 2026 di Davos, Swiss, 22 Januari 2026 lalu.
“Saya kira ini kesempatan bersejarah. Ini kesempatan bersejarah. Ini benar-benar peluang untuk mencapai perdamaian di Gaza,” ujar Prabowo menjawab pertanyaan wartawan selepas menghadiri acara peluncuran Dewan Perdamaian, dilansir Kompas.com.
“Yang jelas, penderitaan rakyat di Gaza sudah berkurang, sangat berkurang. Bantuan-bantuan kemanusiaan begitu besar, begitu deras masuk. Saya sangat berharap, dan Indonesia siap ikut serta,” tambahnya.
Menurut Prabowo, negara-negara yang tergabung dalam BoP adalah mereka yang ingin membantu rakyat Palestina di Gaza. Negara-negara itu juga mereka yang menghendaki adanya perdamaian di Gaza.
Selain Indonesia, negara-negara lain yang juga menandatangani piagam Dewan Perdamaian adalah Hungaria, Bahrain, Maroko, Argentina, Armenia, Azerbaijan, Belgia, Bulgaria, Mesir, Jordania, Kazakhstan, Republik Kosovo, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab, dan Uzbekistan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy