Prabowo Singgung Kekalahan Pilpres 2024: Apakah Saya Larang MBG Sampai ke Aceh?

Prabowo
Presiden Prabowo Subianto memberikan kata sambutan ketika menghadiri Perayaan Natal Nasional 2025 di Tenis Indoor Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, 5 Januari 2026. Foto: Tempo/Imam Sukamto

Jakarta – Prabowo Subianto menyinggung kekalahannya di Aceh dan Sumatra Barat saat Pilpres 2024. Walau tidak mendapatkan suara terbanyak di kedua provinsi tersebut, kata Prabowo, ia tak melarang program Makan Bergizi Gratis atau MBG dijalankan.

“Apakah saya larang MBG sampai ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,” kata Prabowo saat berpidato di perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026, dilansir Tempo.co.

Prabowo menyebut MBG juga tetap berjalan di Sumatra Barat meski dirinya kalah suara dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di provinsi itu.

Baca juga: 5 BUMG di Banda Aceh akan Suplai Bahan Baku Pangan untuk MBG

Pada Pilpres 2024, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan suara mayoritas di 36 dari 38 provinsi. Dua provinsi tempat keduanya kalah dari Anies-Muhaimin adalah Aceh dan Sumatra Barat.

Catatan Line1.News, pada Pilpres 2019, Prabowo bersama pasangannya saat itu, Sandiaga Uno unggul atas Jokowi-Ma’ruf Amin di Aceh. Berdasarkan rekapitulasi, Prabowo mendapatkan 2.400.746 suara sedangkan Jokowi hanya 404.188 suara.

Kini, setelah menjadi presiden, Prabowo mengklaim akan bekerja untuk semua pihak sebagai kepala negara.

Baca juga: [Foto] SPPG Samudera Salurkan Paket MBG untuk Korban Banjir di Aceh Utara

“Karena sekarang saya bukan milik satu partai. Saya milik seluruh bangsa Indonesia,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengklaim ingin mengajak semua pihak di Indonesia bersatu. Menurutnya, persatuan tetap harus didahulukan meski masing-masing pihak memiliki perbedaan dan kesalahan di masa lalu.

“Karena kita manusia, pasti penuh dosa, pasti ada kesalahan,” ujar dia.

Baca juga: Profesor IPB Dewan Pakar BGN Sebut Siswa Unggah Temuan Belatung di MBG Tak Bersyukur

Selain itu, Prabowo turut menyinggung berbagai kritik yang mengatakan persatuan, khususnya antarelite, adalah tidak demokratis. Menurut Prabowo, persaingan merupakan hal baik. Namun, dia berujar semua pihak semestinya bersatu setelah tuntas berkompetisi.

“Bersaing baik, tapi begitu pertandingan selesai, bersatu. Bersatu. Ada yang mengatakan, kalau bersatu itu tidak demokratis. Loh? Demokrasi silakan. Koreksi silakan. Kritik bagus,” ujar mantan menteri pertahanan tersebut di hadapan hadirin Natal Nasional 2025.

Meski menyebut kritik sebagai hal baik, Prabowo menyoroti bahwa kritik tidak boleh berubah menjadi fitnah.

“Fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah. Saya yakin di agama Kristen juga demikian.”

Baca juga: Wagub: Lebih 460 Dapur MBG Sudah Beroperasi di Aceh dari Rencana 585 Titik

Sekilas MBG

Seperti diketahui, MBG merupakan program unggulan yang diusung Prabowo-Gibran dengan memakai APBN sebagai sumber dananya, bukan uang pribadi Prabowo.

Melansir CNBC Indonesia, MBG dilaksanakan secara bertahap pada 6 Januari 2025. Pada awal pelaksanaannya, MBG menargetkan 17,9 juta orang, termasuk anak sekolah, lansia hingga ibu hamil. Program ini pun berjalan dengan tanggung jawab dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Akhir 2025, Prabowo membuka opsi penambahan anggaran sebesar Rp100 triliun agar jumlah penerima bisa mencapai 82,9 juta orang. APBN yang terpakai untuk MBG mencapai Rp171 triliun.

Ternyata anggaran Rp171 triliun dalam program MBG ini tidak mampu terserap maksimal. Pada Oktober 2025, BGN mengembalikan anggaran Rp70 triliun karena kemungkinan dana ini tak dapat terserap. BGN hanya mampu menghabiskan sebesar Rp99 triliun pada akhir 2025.

Sementara tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran Rp335 triliun untuk pelaksanaan MBG 2026.

“Tahun 2026 yang akan datang sudah dialokasikan kurang lebih Rp335 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis,” ujar Mensesneg Prasetyo usai retret kabinet, Selasa, dilansir Kompas.com.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy