Polres Lhokseumawe Gelar Prarekonstruksi Kasus Penembakan Warga Alue Lim, Muncul Nama Ini

Kapolres Ahzan dan Kasat Reskrim Bostani
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, S.H., M.H., didampingi Kasat Reskrim AKP Dr. Boestani, S.H., M.H., Jumat, 14 November 2025, saat diwawancarai para wartawan usai prarekonstruksi kasus penembakan terhadap Muhammad Nasir, warga Alue Lim. Foto: Tangkapan layar video

Lhokseumawe – Tim Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe menggelar prarekonstruksi kasus penembakan terhadap Muhammad Nasir (48), warga Desa Alue Lim, di lokasi kejadian pada Jumat sore, 14 November 2025.

Informasi diperoleh Line1.News, prarekonstruksi dimulai sekitar pukul 17.20 waktu Aceh, dipimpin Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe, AKP Doktor Boestani.

Tim Penyidik menghadirkan Agusli, tersangka penembakan terhadap Muhammad Nasir, yang sebelumnya berhasil ditangkap di wilayah Bireuen, Kamis pagi (13/11), 3×24 jam setelah insiden tersebut.

Baca juga: Polisi Tangkap Tersangka Penembakan Warga Alue Lim Lhokseumawe, Sita Senjata Api dan Peluru

Tersangka Agusli dihadirkan ke TKP dengan memakai kaos merah dan celana hitam. Kedua tangannya diborgol dan tanpa memakai alas kaki.

Dalam prarekonstruksi tersebut, tersangka Agusli memperagakan beberapa adegan di dekat mobil warna hitam di ujung Jembatan Alue Lim.

Agusli beberapa kali menyebut nama berinisial F, yang menurut dia, berperan memegang badan korban dari arah belakang ketika dirinya mengarahkan pistol ke kepala korban.

Anak Korban Menangis

Prarekonstruksi itu ikut disaksikan pihak keluarga korban. Dua anak korban terlihat menangis terisak di dekat ibunya.

Ketua LBH Cahaya Keadilan Rakyat Aceh (CaKRA), Fakhrurrazi, berusaha menenangkan salah satu anak korban tersebut dengan merangkulnya dan memberi semangat.

[Tim Satreskrim Polres Lhokseumawe menggelar prarekonstruksi kasus penembakan terhadap Muhammad Nasir, warga Alue Lim di TKP, Jumat, 14 November 2025. Foto: Tangkapan layar video]

Sesuai Kejadian

Adik kandung korban, Bustami, menilai adegan-adegan yang diperagakan dalam prarekonstruksi itu sudah sesuai kejadian.

“Apa yang dipraktekkan [dalam] rekonstruksi tadi sudah sesuai, dan benar-benar kejadiannya seperti itu. Menurut saya seperti itu kejadiannya,” ujar Bustami kepada wartawan usai menyaksikan prarekonstruksi.

“Pelakunya [Agusli] langsung didatangkan. Dan dipraktekkan langsung bagaimana dia menembak abang kami,” tambah Bustami.

Bustami mengungkapkan bahwa saat Agusli melakukan eksekusi, korban juga dipegang oleh MF yang diduga oknum anggota TNI. Agusli menyebut MF sebagai F.

“Dengan adanya rekonstruksi ini kasusnya bisa terungkap sampai ke akar-akarnya,” ujar Bustami.

Bustami menyebut kasus penembakan yang membuat abangnya meninggal dunia, “sangat sadis, karena menyangkut nyawa manusia”.

“Tidak bisa dibayangkan, cukup sedih. Apalagi anak-anak yang ditinggalkan, cukup sedih”.

“Kami berharap pelakunya dihukum setimpal [dengan] apa yang dialami oleh abang kami,” pungkas Bustami.

Kumpulkan Bukti dan Keterangan Saksi

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Doktor Ahzan menjelaskan penyidik Satreskrim menggelar prarekonstruksi di TKP untuk mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

“Tadi Penyidik Satreskrim Polres Lhokseumawe telah melakukan prarekonstruksi di TKP. Kita melihat kembali karena ada ketidaksesuaian keterangan saksi di TKP dan keterangan tersangka [Agusli],” kata Ahzan kepada wartawan, Jumat sore (14/11).

“Jadi, tujuan prarekonstruksi, salah satunya kembali mengumpulkan bukti dan mengambil keterangan saksi yang ada di TKP,” ujar Ahzan didampingi Kasat Reskrim AKP Boestani.

Boestani menyebut lima adegan diperagakan dalam prarekonstruksi tersebut. “Pertama pada posisi dari rumah. Kemudian di warung kopi. Kemudian di belakang mobil, sampai dengan terjadi penembakan. Dari penembakan pertama sampai penembakan kedua,” ungkapnya.

Menurut Boestani, pihaknya menemukan fakta baru dari prarekonstruksi itu. “Tentunya ada, nanti akan kita sampaikan pada kesempatan berikutnya karena kita lagi melakukan pengembangan”.

Ditanya siapa MF yang beberapa kali namanya disebutkan saat prarekonstruksi itu, Boestani mengatakan, “Nanti kita kembangkan dulu, kemudian kita lakukan pendalaman. Nanti begitu sudah kuat alat bukti yang kita kumpulkan, nanti akan kita sampaikan”.

Soal berapa orang terlibat dalam kasus penembakan itu, Boestani menyebut satu tersangka sudah berhasil diamankan. “Kemudian yang berikutnya ada DPO (Daftar Pencarian Orang). Kalau sudah berhasil kita amankan nanti kita sampaikan,” ujarnya.

Apakah ada terlibat aparat keamanan? “Nanti kita sampaikan, kita lakukan pendalaman, kemudian kita kumpulkan alat bukti keterangan saksi lainnya,” tutur Boestani.

Lantas, yang DPO itu perannya sebagai apa berdasarkan hasil prarekonstruksi? “Nanti kita lihat dan kita perankan keterangannya berdasarkan olah TKP yang ada,” pungkas Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe itu.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy