Pesawat Militer yang Membawa Wapres Malawi Hilang Setelah Gagal Mendarat

Saulos Chilima telah menjadi wakil presiden Malawi selama 10 tahun. Foto: BBC
Saulos Chilima telah menjadi wakil presiden Malawi selama 10 tahun. Foto: BBC

Lilongwe – Sebuah pesawat militer yang membawa wakil presiden Malawi Saulos Chilima, dilaporkan hilang setelah gagal melakukan pendaratan pada Senin, 10 Juni 2024.

Pesawat Angkatan Pertahanan Malawi “keluar dari radar” setelah meninggalkan ibu kota, Lilongwe, pada Senin pagi, sebut Kantor Kepresidenan dalam pernyataannya seperti dikutip dari BBC, Selasa, 11 Juni 2024.

“Semua upaya otoritas penerbangan untuk melakukan kontak dengan pesawat tersebut sejak hilang dari radar sejauh ini telah gagal.”

Pesawat tersebut, yang lepas landas sekitar pukul 09.00 waktu setempat, membawa Chilima dan sembilan orang lainnya. Pesawat itu seharusnya mendarat di Bandara Internasional Mzuzu, di utara negara itu, tepat setelah pukul 10.00 waktu setempat.

Dalam pidatonya pada Senin malam, Presiden Lazarus Chakwera mengatakan operasi pencarian dan penyelamatan terus berlanjut.

“Tentara masih di lapangan melakukan pencarian dan saya telah memberikan perintah tegas bahwa operasi harus dilanjutkan sampai pesawat ditemukan,” ujarnya.

Chakwera, yang dijadwalkan melakukan perjalanan ke Bahama pada Senin malam untuk kunjungan kerja, kini membatalkan perjalanannya.

Chilima sedang dalam perjalanan untuk mewakili pemerintah pada pemakaman mantan menteri kabinet Ralph Kasambara, yang meninggal tiga hari lalu.

Menteri Informasi Malawi Moses Kunkuyu kepada BBC mengatakan bandara tempat Chilima seharusnya mendarat, yang berada di bagian utara Mzuzu, adalah yang paling dekat dengan tempat pemakaman berlangsung.

Pada 2022, Chilima dicopot dari kekuasaannya usai ditangkap dan didakwa melakukan korupsi atas skandal suap yang melibatkan seorang pengusaha Inggris-Malawi.

Bulan lalu, pengadilan Malawi membatalkan dakwaan tersebut setelah Chilima menghadiri beberapa kali sidang. Pengadilan tidak memberikan memberikan alasan atas keputusan tersebut.

Sebelum berkarier di politik, Dr Chilima memegang peran kepemimpinan penting di perusahaan multinasional seperti Unilever dan Coca Cola.

Pria 51 tahun ini sudah menikah dan memiliki dua anak. Ia disebut di situs pemerintah sebagai seorang yang “berkinerja”, “gila kerja” dan “seorang yang berprestasi”. Chilima memegang gelar PhD bidang panajemen pengetahuan.

Republik Malawi adalah negara bekas jajahan Inggris di selatan Afrika, dengan ibu kotanya Lilongwe; kota terbesar kedua di negara tersebut.

Malawi atau awalnya dulu disebut Nyasaland, merdeka dari Inggris pada 6 Juli 1964. Dua tahun setelahnya, pada tanggal yang sama, Republik Malawi berdiri.

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy