Menteri Pendidikan: Tidak Ada Pernyataan Libur Selama Ramadan, Yang Ada Pembelajaran

Siswa SDN 1 Dewantara
Siswa SDN 1 Dewantara melihat poster tentang apa yang harus dilakukan saat gempa. Foto: Istimewa

Jakarta – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Profesor Abdul Mu’ti menegaskan pemerintah tidak berencana meliburkan sekolah selama Ramadan.

“Bahasanya bukan libur Ramadan ya. Karena ada yang nulis libur Ramadan. Bahasanya, pembelajaran di bulan Ramadan,” ujar Mu’ti di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat dikutip Minggu, 19 Januari 2025, dari Republika.

Sekretaris Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah itu mengatakan hal tersebut perlu diluruskan karena ia tidak memberikan pernyataan adanya libur untuk anak-anak sekolah selama Ramadan 1446 Hijriyah.

Sayangnya, pemberitaan yang beredar saat ini menyebutkan hal yang tengah digodok pemerintah tersebut sebagai libur Ramadan untuk anak-anak sekolah.

“Jangan pakai kata libur. Tidak ada pernyataan libur Ramadan. Pembelajaran di bulan Ramadhan, gitu,” ujar Mu’ti.

Saat ditanya kelanjutan kebijakan pembelajaran selama Ramadan, Mu’ti mengatakan sudah berkoordinasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, dan Kantor Staf Presiden.

“Sudah ada kesepakatan bersama. Tinggal tunggu saja terbit surat edaran bersama,” ujarnya.

Namun, Mu’ti belum menjelaskan mekanisme lengkap program pembelajaran selama Ramadan untuk para pelajar.

Baca Juga: Libur Sekolah Selama Ramadan Diputuskan Lewat Surat Edaran Bersama Tiga Kementerian

Sebelumnya, sejak awal Januari 2025, pembahasan mengenai wacana libur sekolah selama Ramadan, mengemuka.

Pada Senin, 13 Januari 2025, Mu’ti mengatakan ada sejumlah usulan dari masyarakat terkait libur sekolah saat Ramadan.

Pertama, kata dia, ada masyarakat yang mengusulkan libur sekolah penuh selama Ramadan. Lalu kegiatan anak-anak selama libur akan diisi dengan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di masyarakat.

“Yang kedua, itu paro-paro (setengah-setengah). Artinya, ada sebagian. Biasanya, kalau yang berlaku sekarang, awal Ramadan itu libur, jadi misalnya tiga hari atau dua hari menjelang Ramadan sampai empat hari atau lima hari Ramadan pertama libur. Kemudian, habis itu masuk seperti biasa. Biasanya menjelang Idul Fitri juga libur,” ujar Mu’ti.

Terakhir, ada usulan agar tidak ada libur sama sekali. Intinya, kata Mu’ti, semua usulan itu akan dipertimbangkan dalam rapat lintas kementerian.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy