Banda Aceh – Wali Nanggroe Aceh Malik Mahmud Al Haythar menitip pesan kepada Presiden Jokowi melalui Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agung Laksono.
Pesan itu dititipkan Malik saat menerima kunjungan Agung beserta rombongan di Meuligoe Wali Nanggroe, Jumat malam, 9 Agustus 2024.
Agung datang mengenakan kemeja lengan pendek. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini didampingi beberapa orang. Salah satunya, Ketua Golkar Aceh TM Nurlif.
Sementara Wali Nanggroe mengenakan jas dipadu kemeja putih ketika menerima Agung dan rombongan. Turut mendampingi Malik Mahmud antara lain Guru Besar UIN Ar-Raniry Banda Aceh Profesor Syahrizal Abbas.
Wali Nanggroe kemudian menjamu Agung dan rombongan makan malam. Sembari menyantap jamuan, Malik Mahmud menitipkan beberapa pesan, antara lain tentang koordinasi implementasi MoU Helsinki dan kesuksesan PON 2024.
Malik juga menitip pesan ke Jokowi terkait zakat pengurangan pajak yang merupakan amanah dari Pasal 192 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh atau UUPA, hingga perlindungan kawasan hutan Aceh.
“Hutan Aceh sewaktu konflik tidak ada yang berani tebang liar, tapi sekarang semakin banyak penebangan liar,” ujar Malik kepada Agung, dikutip Sabtu, 10 Agustus 2024.
Usai pertemuan, Agung mengaku selama ini ia intens berkomunikasi dengan Malik. Terutama berkaitan implementasi MoU Helsinki, dan hal lain mengenai pembangunan Aceh.
“Aceh daerah yang potensial, yang tentunya juga sama dengan daerah-daerah lain, merupakan tanggung jawab dari pimpinan negara,” ujar Agung.
Mengenai masukan dan permintaan yang disampaikan Wali Nanggroe, Agung mengatakan sebuah kewajiban baginya untuk meneruskan kepada Presiden Jokowi.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy