Lhokseumawe – Komandan Korem (Danrem) 011 Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran menilai perlu kesadaran pribadi masyarakat agar tidak lagi membuang sampah di Waduk Desa Pusong Lama, Banda Sakti, Lhokseumawe.
“Sehingga tempat penampungan air ini akan bersih, dan bisa dibuat ikon destinasi wisata Kota Lhokseumawe yang islami,” ujar Ali Imran usai karya bakti bersama membersihkan waduk tersebut dalam rangka HUT 79 TNI, Kamis, 26 September 2024.
Sebelum dibersihkan, kata Ali Imran, waduk khusus pembuangan air itu dipenuhi sampah. “Paling banyak ditemukan di sini sampah rumah tangga, sampah plastik dan kertas nonorganik yang tidak bisa diurai, itu yang menjadi bumerang bagi kita, kemudian sisa makanan banyak ditumpuk di sini,” ungkapnya.
Menukil laporan Dinas Lingkungan Hidup Kota Lhokseumawe, tambah Ali Imran, 24 ton sampah telah diangkat dari waduk tersebut walaupun belum semuanya.
“Saya lihat kesadaran masyarakat sangat kurang, bahkan menurut keterangan dari pak Geuchik, masyarakat luar Pusong juga membuang sampah di sini, ya, semua itu kembali lagi dari kebiasaan kita, karena malas, cari yang dekat langsung buang,” keluhnya.
Bahkan, kata Danrem Ali Imran, saat mereka sedang bergotong royong di sekitar waduk, masih ada orang yang datang membuang sampah. “Ini aneh orangnya. Padahal di sini sudah ada pamflet dilarang buang sampah, namun masih saja buang sampah.”
Karya bakti tersebut melibatkan sekitar 1.350 orang dari TNI, Polri, ASN dan masyarakat. Selain membersihkan sampah, dilakukan juga penanaman mangrove di pesisir Pantai Pusong. Turut berpartisipasi Penjabat Wali Kota Lhokseumawe A Hanan, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Andi Susanto, Kasrem 011/LW Letkol Inf Eko Wahyu Sugiarto, dan Dandim 0103/Aut Letkol Kav Makhyar.
Menurut Ali Imran, setelah ini akan ada lagi karya bakti dengan melibatkan seluruh masyarakat Lhokseumawe dan anak sekolah gotong royong skala besar.
“Kita akan tata ulang lagi waduk ini, selain [sebagai] tempat penampung air, juga [dibuat menjadi] ikon wisata menarik. Termasuk nanti akan kita tertibkan keramba [ikan di waduk]. Ke depan, di sini khusus tempat wisata, dan berolahraga.”
Selain di waduk tersebut, kata Ali Imran, karya bakti juga akan terus dilakukan hingga Oktober dengan titik sasaran sektor-sektor lingkungan masyarakat yang masih kurang bersih.
Asisten Administrasi Umum Setdako Lhokseumawe Said Alam Zulfikar mengapresiasi Korem 011 Lilawangsa atas terlaksananya karya bakti tersebut.
Sebelumnya, kata Said Alam, berbagai usaha telah dilakukan Pemerintah Kota Lhokseumawe, tapi sangat sulit mengubah kebiasaan buruk masyarakat yang membuang sampah ke waduk tersebut.
“Pemko Lhokseumawe sangat mengapresiasi dan berharap kolaborasi ini terus ditingkatkan. Demikian juga, kepada masyarakat diharapkan kesadarannya menjaga kebersihan, apalagi daerah kita daerah bersyariat Islam.”[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy