KontraS Sebut Polri Peringkat Pertama Kasus Penyiksaan, Begini Tanggapan IPW

Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso. Foto: antaranews.com
Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso. Foto: antaranews.com

Jakarta – Data penelitian Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menunjukan 60 kasus penyiksaan terjadi di Indonesia sejak Juni 2023 hingga Mei 2024. Sebanyak 40 kasus di antaranya dilakukan oleh aparat kepolisian, 14 oleh TNI, dan 6 kasus dari sipir.

“IPW sependapat dengan hasil penelitian tim KontraS ihwal kekerasan yang dilakukan oleh anggota Polri,” ujar Ketua Indonesian Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso kepada Tempo, Kamis dikutip Senin, 1 Juli 2024.

Menurut Sugeng, Polri gagal melakukan mengimplementasikan reformasi kultural kepada para anggotanya. “Reformasi kultural Polri gagal mengubah perilaku anggotanya walaupun tuntutan sikap humanis ditekankan oleh Kapolri,” ujarnya.

Sugeng mengutarakan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo perlu menerapkan sanksi tegas untuk menghilangkan praktik-praktik tidak manusiawi yang dilakukan oleh anak buahnya.

Sebelumnya, KontraS menyelenggarakan acara dalam memperingati Hari Dukungan bagi Korban Penyiksaan Sedunia 2024. Dalam acara tersebut KontraS merilis laporan situasi praktik penyiksaan dan perlakuan atau penghukuman lain yang kejam, tidak manusiawi, atau merendahkan martabat manusia di Indonesia.

Adapun acara yang diselenggarakan di Kedai Tjikini, Jakarta Pusat, Rabu, 26 Juni 2024 mengusung judul “Di Balik Ilusi Populisme Hukum: Impunitas dan Minimnya Komitmen Penghapusan Penyiksaan di Indonesia”.

Dalam agenda tersebut KontraS mengundang perwakilan dari Komnas Ham, LPSK, Kemenkumham, TNI dan Polisi, namun perwakilan dari TNI dan Polisi berhalangan hadir pada agenda tersebut.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy