Ibadah merupakan suatu perkara yang perlu ditanamkan sedini mungkin. Dengan begitu, pada khutbah jumat ini, perlu adanya penekanan yang membahas tentang pentingnya membiasakan ibadah kepada anak sejak dini.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Dalam kehidupan ini, kita semua adalah pemimpin. Setidaknya, kita adalah pemimpin bagi diri kita sendiri dan bagi keluarga kita. Salah satu amanah terbesar yang Allah bebankan kepada kita sebagai orang tua dan pendidik adalah mendidik generasi penerus.
Mendidik bukan hanya tentang mengajarkan ilmu dunia, melainkan juga menanamkan pondasi agama yang kokoh, terutama dalam hal kebiasaan ibadah sejak dini.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, surat Luqman ayat 17, yang seharusnya menjadi pedoman utama bagi kita: “Hai anakku, dirikanlah salat dan suruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah).”
Ayat yang mulia itu adalah nasihat Luqman Al-Hakim kepada putranya, sebuah nasihat yang abadi dan relevan bagi setiap orang tua. Di dalamnya, Allah menegaskan pentingnya salat sebagai tiang agama, diikuti dengan perintah untuk beramar ma’ruf nahi mungkar (menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran), serta kesabaran dalam menghadapi ujian.
Ini adalah fondasi moral dan spiritual yang harus kita tanamkan pada anak-anak kita.
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Tidak hanya Al-Qur’an, Rasulullah Muhammad SAW, teladan terbaik kita, juga memberikan perhatian khusus terhadap pembiasaan ibadah pada anak-anak. Beliau SAW bersabda: “Perintahkanlah anak-anak kalian untuk salat ketika anak tersebut berumur tujuh tahun, dan pukullah mereka (dengan pukulan yang mendidik dan tidak menyakiti) ketika umur mereka sepuluh tahun. Pisahkan tempat tidur mereka.” (HR Abu Dawud, no. 495).
Hadis itu adalah bukti nyata betapa seriusnya Nabi SAW dalam mendidik umatnya untuk membiasakan salat sejak dini. Pada usia tujuh tahun, anak sudah diperintahkan untuk salat, dan pada usia sepuluh tahun, jika mereka belum juga melaksanakannya, maka diperbolehkan memberikan pukulan yang mendidik, bukan menyakiti, sebagai bentuk ketegasan dan bimbingan. Ini menunjukkan bahwa mendidik ibadah adalah proses yang konsisten dan membutuhkan ketelatenan.
Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia,
Membiasakan anak-anak kita beribadah bukan semata-mata memenuhi kewajiban agama, melainkan juga sebuah investasi jangka panjang untuk membentuk karakter dan moral yang kuat pada diri mereka.
Ibadah yang dilakukan secara rutin, seperti salat lima waktu, membaca Al-Qur’an, atau berzikir, akan menanamkan nilai-nilai luhur dalam jiwa mereka.
Ibadah melatih anak untuk disiplin waktu, bangun pagi untuk salat Subuh, dan mengatur kegiatan sesuai waktu salat. Mereka belajar bertanggung jawab atas kewajiban agama mereka kepada Allah SWT.
Konsistensi dalam ibadah mengajarkan ketekunan dan kesabaran. salat pada waktunya mengajarkan mereka menghargai setiap detik yang Allah berikan.
Melalui ibadah, anak-anak diajarkan untuk merenungi nikmat Allah dan menumbuhkan rasa syukur yang mendalam. Yang terpenting, ibadah menguatkan hubungan spiritual mereka dengan Sang Pencipta, menumbuhkan ketenangan hati dan keimanan yang kokoh.
Oleh karena itu, Hadirin jamaah Jumat yang berbahagia, sebagai orang tua dan pendidik, kita memiliki peran yang sangat vital. Kita bukan hanya penyampai perintah, tetapi juga teladan dan pembimbing.
“Dan ucapkanlah: ‘Wahai Tuhanku, kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil’.” (QS Al-Isrā’ [17]: 24). Ayat ini mengingatkan kita akan hak orang tua dan bagaimana mereka telah mendidik kita sejak kecil. Kini, giliran kita untuk menjalankan peran tersebut dengan sebaik-baiknya.
Dengan mengajarkan dan mencontohkan ibadah yang benar, kita membantu anak-anak untuk tumbuh menjadi individu yang beriman kepada Allah SWT dan berakhlak mulia karena ibadah yang benar akan membuahkan akhlak yang baik. Selain itu, membantu mereka siap menghadapi tantangan kehidupan dengan sikap positif, berbekal keimanan dan ketakwaan.
Pembiasaan ibadah sejak dini adalah investasi berharga untuk masa depan anak-anak kita, dan bahkan untuk masa depan generasi mendatang. Merekalah penerus perjuangan Islam, yang akan memakmurkan bumi ini dengan nilai-nilai tauhid dan kebaikan.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy