Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Perkembangan ilmu dan teknologi telah mengantarkan kita ke sebuah masa di mana banyak sekali kemudahan-kemudahan yang kita dapatkan.
Namun di balik itu terdapat dampak-dampak negatif akibat perkembangan ilmu dan teknologi bagi mereka yang kurang bijak dalam menggunakannya.
Rasulullah SAW juga sudah mengingatkan kita semua tentang akan datangnya masa ketika teknologi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Seperti disebutkan dalam sebuah hadis diriwayatkan At-Thabarani yang artinya: “Tidak akan terjadi kiamat hingga zaman terasa makin dekat, dan bumi dilipat (dipendekkan), yakni dilipat dan digabungkan sebagian tempat dengan yang lain.”
Syekh Al-Ghumari dalam kitab Qathfun Nawal menjelaskan maksud kalimat “waktu terasa semakin dekat” adalah bagaimana segala hal bisa terjadi dan tersebar dengan sangat cepat, seperti yang kita rasakan saat ini.
Dulu, untuk mengirim pesan, barang, atau bepergian membutuhkan waktu yang lama. Saat ini semua itu bisa dilakukan sekejap mata dengan teknologi internet, pesawat, dan moda transportasi lainnya.
Kemudian makna “Bumi dilipat dan disatukan satu sama lain” bisa dipahami sebagai hilangnya sekat dan batas jarak.
Di era digital saat ini kita bisa berbicara, melihat, bahkan bekerja sama dengan orang yang berada di ujung dunia tanpa harus bertemu secara fisik. Seolah-olah Bumi ada dalam genggaman kita.
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah
Semua kemudahan saat ini bisa dilakukan dengan satu alat yang bernama smartphone. Benda ini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari.
Meskipun membawa manfaat besar, penggunaan smartphone yang berlebihan tanpa kendali dapat menimbulkan dampak negatif, khususnya bagi anak-anak dan keluarga.
Kecanduan smartphone bisa melemahkan ikatan sosial, menurunkan konsentrasi belajar, dan menjauhkan seseorang dari nilai-nilai keislaman.
Dampak kecanduan smartphone bisa bersifat fisik, psikologis, sosial, dan spiritual. Di antara gangguan fisik, gangguan pola tidur atau insomnia, kerusakan mata akibat radiasi cahaya biru dari layar smartphone, sakit leher dan punggung karena postur tubuh yang buruk saat menggunakan smartphone, serta penurunan kebugaran karena kurangnya aktivitas fisik.
Dampak psikologis bisa berupa kecemasan dan stres jika tidak memegang smartphone atau nomophobia, penurunan fokus dan konsentrasi dalam belajar atau bekerja, serta ketergantungan digital yang mengganggu keseimbangan emosi.
Untuk dampak sosial terlihat dari menurunnya kualitas komunikasi keluarga karena lebih banyak waktu di depan layar smartphone daripada bersama keluarga, mengisolasi diri dari lingkungan sekitar, dan meniru perilaku buruk dari media sosial yang tidak sesuai dengan nilai Islam.
Sementara dampak spiritual adalah melalaikan ibadah seperti salat karena terlalu asyik bermain smartphone, mengurangi waktu untuk mengaji, berdoa, atau berzikir, dan terpapar konten yang tidak sesuai syariat, seperti hiburan yang melalaikan atau bahkan maksiat.
Ma’asyiral Muslimin yang dirahmati Allah
Islam sebagai agama yang sempurna memberikan panduan dalam menjaga waktu, mendidik anak, dan memanfaatkan teknologi secara bijak.
Karena itu, penting bagi setiap orang tua dan anggota keluarga untuk menanamkan nilai kedisiplinan dan tanggung jawab dalam penggunaan smartphone dan tidak berlebih-lebihan.
Allah tidak suka kepada tindakan berlebih-lebihan sebagai firman-Nya dalam Surah Al-A’raf ayat 31 yang artinya: “Janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”
Untuk menghindarkan diri dan anak dari kecanduan smartphone dibutuhkan pendekatan konsisten dan penuh kesadaran. Di antaranya, membuat aturan penggunaan smartphone secara jelas. Tentukan waktu khusus untuk penggunaan smartphone. Misalnya, hanya setelah tugas sekolah selesai. Larang penggunaan smartphone saat makan, belajar, atau sebelum tidur.
Orang tua juga harus menjadi contoh yang baik karena anak akan meniru orang tua. Jika orang tua bijak memakai smartphone, mengatur anak akan lebih mudah.
Sebagai orang tua, kita juga harus mampu mengisi waktu dengan aktivitas positif. Libatkan anak dalam kegiatan fisik, seperti bermain di luar, olahraga, membaca buku, menggambar, atau berkebun. Jadwalkan waktu khusus untuk bermain bersama tanpa smartphone.
Kita juga harus membangun komunikasi yang sehat dengan anak. Sering ajak bicara anak tentang bahayanya kecanduan smartphone, dampaknya bagi kesehatan mata, tidur, dan perkembangan sosial.
Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah
Mari kita hindari aktivitas menggunakan smartphone yang dapat melalaikan ibadah dan muamalah sehingga tujuan utama kita hidup di dunia ini menjadi salah arah.
Kita harus menjadikan teknologi sebagai wasilah atau perantara bukan menjadi ghayyah atau tujuan. Semoga kita dan keluarga kita senantiasa diberikan perlindungan dan hidayah oleh Allah SWT dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Amin ya Rabbal ‘alamin.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy