Kapolres Lhokseumawe Imbau Pedagang Tak Permainkan Harga

Kapolres Lhokseumawe
Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan. Foto: Humas Polres Lhokseumawe

Lhokseumawe – Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan mengimbau para pedagang tidak mempermainkan harga barang.

“Kita mengimbau, jangan menjual di atas harga eceran, jangan permainkan harga. kasihan warga kita ini sudah tertimpa musibah, harus dapat barang yang mahal lagi,” ujarnya kepada wartawan di Pendopo Bupati Aceh Utara di Lhokseumawe, Rabu siang, 3 Desember 2025.

Menurut Ahzan, jika berpotensi melanggar hukum akan dipidanakan. “Tentunya kalau masuk ke ranah pidana, kita pidanakan,” ujarnya.

Sebelumnya, ia mengatakan SPBU Lhokseumawe siap beroperasi.

“Kemarin (Selasa) juga sudah ketemu Bapak Menteri ESDM bahwa kuota [BBM] di Aceh itu stabil,” ujarnya.

Menurut Ahzan, suplai BBM ke depo tidak ada kelangkaan. Yang terkendala adalah distribusi ke SPBU.

“Kami mencoba yang SPBU masih bisa beroperasi tapi yang korban banjir, yang dispensernya rusak itu tidak bisa, disi menggunakan drum, terutama yang wilayah atas, Sawang, Meurah Mulia, itu sementara kita distribusi menggunakan jerigen karena Pertamini di sana tidak bisa digunakan lagi,” ungkapnya.

Baca juga: Menangis, Ayahwa: Banjir Aceh Utara Lebih dari Tsunami, Mayat-Mayat Belum Habis Ditemukan

Adapun pengecer yang menjual BBM hingga Rp40 ribu per liter, kepolisian sudah melakukan upaya menstabilkan dan harga kini turun ke Rp20 ribu per liter.

“Kami mengimbau seluruh pengecer jangan mengambil kesempatan di tengah musibah,” Ahzan.

Harga telur juga sempat meroket ke Rp150 ribu per papan tapi sudah turun ke Rp70 ribu per papan.

“Yang paling langka sekarang cabai, kemarin sampai Rp250 ribu per kilogram, tapi akses dari Medan sudah mulai terbuka, hari ini mungkin beberapa komoditi sudah masuk ke wilayah Aceh,” ucapnya.

Kepolisian, kata Ahzan, juga menunggu kalau memang ada laporan tentang pedagang yang menimbun barang, mempermainkan harga, akan diambil tindakan tegas untuk menstabilkan harga sembako.

Di sisi lain, ia menekankan pentingnya pengawasan ketat di setiap jalur distribusi bantuan banjir, mulai dari posko utama hingga dapur umum di wilayah terdampak.

Ahzan meminta seluruh personel yang bertugas untuk terus memantau, mengawal, dan mengamankan proses pendistribusian agar tidak terjadi penumpukan atau keterlambatan. Ia juga memastikan bantuan harus dibawa langsung kepada masyarakat tanpa ada yang terabaikan.

“Kita pastikan setiap paket bantuan benar-benar sampai ke tangan warga. Semua posko, dapur umum, dan jalur distribusi berada dalam pengawasan penuh Polres Lhokseumawe.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy