Kadiv Humas Polri: Terpidana Kasus Vina Janjikan Uang Agar Saksi Bohong di Sidang

Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho. Foto: Istimewa
Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho. Foto: Istimewa

Jakarta – Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mengatakan terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon, sempat menjanjikan uang kepada saksi untuk memberikan keterangan yang meringankan dalam persidangan.

Sandi menyebutkan saksi yang dihadirkan dari pihak pelaku tersebut, diminta untuk memberikan keterangan palsu agar dapat meringankan hukuman dari majelis hakim.

“Dalam fakta pengadilan ada saksi yang didatangi oleh pengacara beserta orang tua para pelaku, yang meminta agar tidak memberikan keterangan sesuai dengan faktanya,” ujarnya dalam konferensi pers di Mabes Polri, Rabu, dikutip Kamis, 20 Juni 2024.

Namun, Sandi tidak menjelaskan lebih jauh siapa sosok pelaku tersebut. Ia hanya mengatakan saksi itu dijanjikan sejumlah uang oleh pelaku apabila mau memberikan keterangan palsu dalam persidangan.

“Bahkan, mohon maaf, itu diiming-imingi sejumlah uang untuk bisa tidak memberikan keterangan sesuai dengan apa yang dia tahu, apa yang dia lihat, dan apa yang diketahui,” tuturnya.

Sebelumnya Polda Jawa Barat telah menangkap Pegi Setiawan alias Perong setelah delapan tahun buron dalam kasus pembunuhan Vina dan Eky di Cirebon pada 2016 silam.

Pegi telah ditetapkan sebagai tersangka dan terancam hukuman mati. Ia dijerat Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, dan Pasal 81 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

Buntut penetapan sebagai tersangka, Pegi pun mengajukan permohonan praperadilan ke Pengadilan Negeri Bandung. Permohonan tersebut terdaftar dengan nomor perkara 10/Pid.Pra/2024/PN Bdg. didaftarkan pada Selasa, 11 Juni 2024.

Sementara itu, Polda Jawa Barat sendiri mengaku akan menyerahkan berkas perkara tersangka Pegi ke Kejaksaan pada Kamis, 20 Juni 2024. Berkas perkara itu nantinya akan diteliti oleh jaksa sebelum dinyatakan lengkap dan siap dilimpahkan ke pengadilan.

Lebih lanjut Sandi Sandi menjelaskan alasan Polri tidak melakukan gelar perkara khusus seperti yang dimohonkan tim pengacara Pegi.

Menurut Sandi, tidak dilakukannya gelar perkara khusus di kasus Vina karena hal tersebut tidak diperlukan oleh penyidik dalam mengungkap perkara tersebut.

“Kalau memang dirasa perlu untuk gelar perkara, tentu kami akan melaksanakan gelar. Namun, sampai dengan saat ini berkas perkara sudah cukup.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy