Duka Banjir Aceh Utara

Ini Kebutuhan Pengungsi Korban Banjir Bandang di Matang Serdang

Sumiati korban banjir Matang Serdang menangis
Sumiati menangis saat menyampaikan kebutuhan di pengungsian korban banjir di meunasah Gampong Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Sabtu, 3 Januari 2026. Foto: Tangkapan layar video.

Aceh Utara – Korban banjir bandang di Aceh Utara yang kehilangan tempat tinggal, berharap pemerintah segera membangun hunian tetap agar mereka bisa memulai hidup baru.

“Harapan kami, pemerintah secepatnya membangun rumah yang layak untuk kami, karena sudah lebih sebulan mengungsi bersama bayi,” kata Sumiati, korban banjir bandang di Gampong Matang Serdang, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara kepada wartawan, Sabtu, 3 Januari 2026.

Sumiati menceritakan, banjir bandang menerjang rumahnya pada Rabu malam, 26 November 2025. “Malam Kamis itu, jam 11 malam [23.00 waktu Aceh], naik air pas kami sedang tidur,” ujarnya.

“Tiba-tiba air sudah setinggi dada. Kami langsung menyelamatkan diri [mengungsi] ke meunasah, pas 10 hari umur bayi saya ini. Alhamdulillah, kami masih selamat,” ungkap Sumiati sambil menggendong bayinya.

Beberapa hari kemudian setelah banjir surut, Sumiati dan suaminya susah payah menerobos lumpur tebal yang menutupi jalan desa itu untuk mengecek kondisi rumahnya. Rumah berkonstruksi kayu itu rusak parah.

“Rumah sudah tidak bisa dipakai lagi, dan [rumah] sudah bergeser dibawa arus banjir,” ucap Sumiati.

[Sumiati menunjukkan rumahnya yang rusak parah akibat diterjang banjir bandang. Foto: Tangkapan layar video]

Tempat usaha suaminya sebagai pembuat cicin sumur juga rusak setelah diterjang banjir bandang pada malam yang kelam itu. “Sekarang kami tidak punya mata pencaharian lagi,” tutur Sumiati.

Setelah dua pekan mengungsi di meunasah gampong itu, Sumiati kemudian menumpang tinggal beberapa hari di rumah ayahnya di Matang Serdang. “Karena saya harus merawat bayi”.

“Kadang saya juga pulang ke rumah nenek di Pantonlabu [Ibu Kota Kecamatan Tanah Jambo Aye], karena di rumah ayah banyak anggota keluarga,” tambah Sumiati.

Sumiati menyebut di pengungsian termasuk di rumah ayahnya kekurangan air bersih. Adapun kebutuhan makanan diterima dari donatur dan relawan kemanusiaan.

“Karena saya punya bayi, kebutuhan sekarang susu bayi, kelambu, kasur bayi, baju, dan popok bayi,” ujar Sumiati.

Bantuan lainnya yang paling dibutuhkan tempat tinggal layak. “Semoga cepat dibantu rumah,” ucap dia.

Sementara itu, Tim Relawan Medis Simpang Kramat, Aceh Utara, membantu pemeriksaan kesehatan para korban banjir yang mengungsi di meunasah Gampong Matang Serdang, Sabtu (3/1).

Sumiati turut mendapatkan pelayanan kesehatan dari relawan medis itu.

“Tim relawan medis juga membantu obat-obatan kepada pengungsi di meunasah Matang Serdang,” kata Muhammadan, tokoh pemuda Simpang Kramat yang mendampingi relawan medis itu.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy