Ini Dua Sosok Syuhada Pertama dalam Sejarah Islam

Ilustrasi
Ilustrasi syuhada pertama dalam Islam. Foto: pexels.com/Noureddine Belfethi

Golongan Assabiqunal Awwalun atau generasi pertama yang menerima Islam, menerima penderitaan dan siksaan amat pedih dari kaum kafir Quraisy saat mempertahankan akidah mereka.

Kisah paling menonjol dialami ‘Ammar dan kedua orang tuanya, Yasir dan Sumayyah. Keluarga Yasir yang berasal dari golongan budak tidak dibiarkan hidup tenang dengan keimanan mereka. Di antara siksaan yang mereka terima, dibaringkan di padang pasir di bawah terik matahari kota Mekkah yang panas.

Maulana Muhammad Zakariyya dalam kitabnya Fadhilah Amal dan menyarikan dari kitab Usudul Ghabah, menuliskan, Baginda Nabi Shallallahu ’alaihi wasallam pun beberapa kali mengunjungi keluarga Yasir.

Pada suatu hari, Ammar berkata, “Wahai Rasulullah, azab yang kami derita telah sampai ke puncak.” Rasulullah pun menjawab, ”Bersabarlah, wahai Keluarga Yasir, tempat yang dijanjikan bagi kalian ialah surga!”

Yasir bertahan terhadap semua siksaan itu, teguh dalam imannya, hingga akhirnya menghela nafas terakhir. Sumayyah juga tak goyah mempertahankan keimanannya dari siksaan hingga akhirnya ia pun ditikam dengan tombak oleh Abu Jahal.

Menurut Maulana Zakariyya, merekalah orang yang pertama kali mati syahid dalam sejarah Islam. Mereka tidak meninggalkan Islam walaupun mengalami penderitaan saat umur sudah tua dan fisik sudah melemah.

Ditempa berbagai siksaan, tak menyurutkan semangat ‘Ammar. Ketika Baginda Nabi dalam perjalanan hijrah ke Madinah, di kampung Quba, ‘Ammar mengusulkan untuk membangun tempat berteduh bagi Rasulullah. Tujuannya agar dapat beristirahat siang dan mendirikan salat dengan tenang.

Lalu, ‘Ammar mulai mengumpulkan batu-batu dan mendirikan masjid. Masjid yang dibangun Ammar tersebut kemudian tercatat sebagai masjid pertama yang dibangun dalam sejarah Islam.

Tidak hanya itu, ‘Ammar selalu menyertai setiap pertempuran dengan penuh semangat. Pernah ia dengan penuh sukacita berkata dalam suatu pertempuran, “Sebentar lagi akan kujumpai kekasih-kekasihku, Baginda Nabi Muhammad SAW beserta jamaahnya.”

Kemudian, ia merasa sangat haus. Ia meminta segelas susu. Ia meminumnya, lalu berkata, “Aku telah mendengar Baginda Rasulullah SAW bersabda, ‘Yang terakhir kamu minum di dunia ini adalah susu’.” Setelah berkata demikian, ‘Ammar pun mati syahid. Ia meninggal dunia pada umur 94 tahun, sebagian riwayat menyebutkan 92,5 tahun.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy