Inflasi Lhokseumawe 2,97 Persen, Beras dan Cabai Merah Jadi ‘Biang Keroknya’

Perbandingan nilai inflasi antara Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Aceh Tengah. Foto: BPS Lhokseumawe/Line1.News
Perbandingan nilai inflasi antara Banda Aceh, Lhokseumawe, dan Aceh Tengah. Foto: BPS Lhokseumawe/Line1.News

Lhokseumawe – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Lhoksemawe Oriza Santifa mencatat nilai inflasi Kota Lhokseumawe pada Juni lalu sebesar 2,97 persen, dengan naiknya Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 105,98. Adapun IHK pada Juni 2023 sebesar 102,92.

“Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks harga kelompok pengeluaran,” sebut Oriza dalam keterangan tertulis, yang dikutip Line1.News, Selasa, 2 Juli 2024.

Makanan, minuman, dan tembakau, kata Oriza, menjadi kelompok pengeluaran terbanyak yaitu sebesar 6,25 persen. Setelah itu disusul kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 3,3 persen; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga 2,64 persen; rekreasi, olahraga, dan budaya 2,43 persen; serta kesehatan 2,34 persen; perawatan pribadi dan jasa lainnya 2,09 persen.

Perkembangan Indeks Harga Konsumen di Lhokseumawe Juni 2024. Foto: BPS Lhokseumawe/Line1.News
Perkembangan Indeks Harga Konsumen di Lhokseumawe Juni 2024. Foto: BPS Lhokseumawe/Line1.News

Selain itu, tambah Oriza, kelompok transportasi, pendidikan, serta penyediaan makanan dan minuman atau restoran masing-masing naik sebesar 1,27 persen. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga hanya naik 0,14 persen.

Sebaliknya, kata dia, kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan yaitu informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,86 persen.

Sebagai perbandingan inflasi antar tahun, pada Juni 2023 terjadi inflasi 2,69 persen dan Juni 5,23 persen.

Persentase tingkat inflasi Lhokseumawe. Foto: BPS Lhokseumawe/Line1.News
Persentase tingkat inflasi Lhokseumawe. Foto: BPS Lhokseumawe/Line1.News

Adapun komoditas yang menjadi “biang kerok” atau dominan memberikan andil atau sumbangan inflasi yoy (year on year) pada Juni 2024 antara lain beras, cabai merah, emas perhiasan, sigaret kretek mesin, ikan tuna, tomat, bawang merah, jeruk, kontrak rumah, gula pasir, udang basah, cabai hijau, sigaret putih mesin, bakso siap santap, dan minyak goreng.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil pada deflasi (yoy) antara lain daging ayam ras, ikan dencis, jeruk nipis, pir, ikan bandeng/ikan bolu, telepon seluler, deodorant, daging sapi, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, susu bubuk, semen, besi beton, apel, batu bata, dan ikan merah.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy