Lhokseumawe – Hampir seribu orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor di tiga provinsi Sumatra: Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Hingga Kamis malam, 11 Desember 2025, pukul 21.30 waktu Aceh, data BNPB mencatat 990 orang meninggal dunia, hilang 222 jiwa, dan terluka 5,4 ribu jiwa.
Jumlah korban meninggal telah bertambah dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Pertambahan terjadi di Kabupaten Agam, Sumbar, dari awalnya 172 jiwa meninggal dunia hingga Minggu, 7 Desember 2025, hari ini menjadi 183 jiwa.
Hal serupa terjadi di Aceh Utara, dari 133 jiwa kini bertambah menjadi 158 jiwa. Sementara di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, dari 102 jiwa sekarang menjadi 111 jiwa.
Baca juga: Banjir Sumatra: 940 Orang Meninggal Dunia, Terbanyak di Agam dan Aceh Utara
Di Aceh Utara sendiri ada 11 warga masih dinyatakan hilang, Agam 57, dan Tapanuli Tengah tidak diketahui.
Dashboard Penanganan Darurat Bencana Sumatra BNPB mencatat kerusakan 1,2 ribu fasilitas umum, 219 fasilitas kesehatan, 581 fasilitas pendidikan, 434 rumah ibadah, 290 gedung/kantor, dan 498 jembatan.
Adapun pada Minggu, 7 Desember 2025, kerusakan meliputi 1,3 ribu fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 701 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, dan 405 jembatan.
Di bagian bantuan logistik dan peralatan (logpal), yang sudah terdistribusi ke tiga provinsi hingga 9 Desember 2025 mencakup 8.145 sembako, 4.129 dus makanan siap saji, dan 18.790 dus mi instan.
Selain itu, 77 set tenda pengungsi, 257 unit tenda keluarga, 242 unit Starlink, 114 genset, dan 36 unit perahu karet dan polyetelin.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy