Lhokseumawe – Hingga Minggu, 7 Desember 2025, sudah 940 orang meninggal dunia dalam banjir dan longsor di Sumatra: Aceh, Sumbar, dan Sumut.
Melansir Dashboard Penanganan Darurat Banjir dan Longsor Sumatra BNPB 2025, jumlah terbanyak ada di Kabupaten Agam, Sumatra Barat, yakni 172 jiwa. Disusul Kabupaten Aceh Utara 133 jiwa, lalu Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, sebanyak 102 jiwa.
Seterusnya Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 85 jiwa, Aceh Tamiang 57 jiwa, Sibolga 53 jiwa, dan Aceh Timur 47 jiwa.
Baca juga: Dampak Banjir Sumatra hingga 5 Desember 2025: Korban Meninggal di Aceh 325 Orang
Selanjutnya Tapanuli Utara 36 jiwa, Bener Meriah 34 jiwa, Pidie Jaya 27 jiwa, Bireuen 26 jiwa, Aceh Tengah 23 jiwa, dan Padang Pariaman 21 jiwa.
Kemudian Padang Panjang 20 jiwa, Deli Serdang 17 jiwa, Aceh Tenggara 14 jiwa, Medan 12 jiwa, Langkat dan Padang masing-masing 11 jiwa, serta Humbang Hasundutan 9 jiwa.
Adapun di Gayo Lues, Subulussalam, dan Langsa masing-masing 5 jiwa. Sedangkan Pasaman Barat dan Lhokseumawe masing-masing lima jiwa.
Baca juga: 88 Orang Hilang di Aceh Utara Ditemukan, 128 Meninggal Saat Banjir
Jumlah orang yang dinyatakan hilang di tiga provinsi mencapai 276 jiwa dan 53 ribu lainnya terluka.
Sebanyak 147,3 ribu rumah dilaporkan rusak, juga 1,3 ribu fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 701 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung/kantor, dan 405 jembatan.
Sementara jumlah pengungsi terbanyak ada di Aceh Utara mencapai 304,4 ribu orang, Aceh Tamiang 282,1 ribu orang, dan Aceh Timur 204,9 ribu orang.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy