Suka Makmue – Pemkab Nagan Raya mengidentifikasi temuan gelembung gas di permukaan tanah di beberapa titik pinggir sungai Gampong Gunong Cut, Kecamatan Darul Makmur.
Ada puluhan titik gas yang sebelumnya ditemukan warga di tanah bekas terendam banjir tersebut. Gas itu bisa menyalakan api. Bahkan, salah satu titik apinya berwarna biru.
“Setelah ada gelembungan-gelembungan itu, mereka tindaklanjuti dan mereka bakar. Dan akhirnya memang ada sejenis seperti keluar gas. Apa itu gas murni atau beracun, kita tidak tahu,” ujar Geuchik Gunong Cut Samsul Bahri dikutip dari SCTV, Rabu, 7 Januari 2026.
Plt Sekda Nagan Raya Zulkifli mengatakan Pemkab telah mengirimkan tim ke lokasi untuk meninjau secara langsung serta mengidentifikasi titik-titik keluarnya gelembung gas,” ujarnya.
Menurutnya, fenomena itu mulai terpantau pascabanjir yang melanda wilayah setempat pada 26 November 2025 lalu.
“Mulai dari dua hari lalu (Kamis, 1 Januari) hingga 3 Januari 2026, masih ditemukan aktivitas keluarnya gas pada beberapa titik lokasi,” ungkapnya dilansir dari Laman Pemkab Nagan Raya, Jumat, 9 Januari 2026.
Lokasi temuan semburan gas, kata Zulkifli, telah diberikan pembatas sementara. Aparat desa bersama unsur terkait kini memantau secara berkala untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Pemkab Nagan Raya akan melakukan kajian dan penelitian lebih lanjut terhadap fenomena alam tersebut,” ujarnya.
Tim Dinas ESDM Aceh melakukan observasi di lokasi temuan gelembung gas Nagan Raya. Foto: Humas Dinas ESDM Aceh
Kajian akan dilakukan bersama Dinas ESDM Aceh untuk memastikan jenis dan kandungan gas, sumber kemunculannya, serta potensi dampak terhadap lingkungan dan keselamatan masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyalakan api di sekitar lokasi, tidak mendekati titik keluarnya gas, serta mengikuti arahan aparat setempat hingga hasil kajian resmi diterbitkan.”
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdakab Nagan Raya Jasman mengatakan belum ada laporan terkait kerusakan maupun gangguan signifikan terhadap aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
“Informasi lebih lanjut akan disampaikan secara resmi setelah hasil kajian dan pemeriksaan teknis diterima dari Dinas ESDM Aceh.”
Sementara pada Rabu, 7 Januari 2026, Kepala Dinas ESDM Aceh Taufik bersama timnya telah meninjau langsung kemunculan semburan gas tersebut. Di lokasi, tim Dinas ESDM Aceh melakukan observasi dengan pengukuran parameter lingkungan, pengambilan sampel air, serta berdialog langsung dengan masyarakat.
Hasil pengamatan awal menunjukkan fenomena tersebut merupakan gejala geologi yang masih memerlukan pemantauan lanjutan. Dinas ESDM Aceh mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aktivitas berisiko di sekitar lokasi, sembari menunggu hasil kajian teknis selanjutnya.[]
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy
Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy