Idi – Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky menawarkan bonus Rp100 juta bagi siapa saja yang menemukan kitab asli Idharul Haq Fi Mamlakatil Peureulak, karangan Abu Ishaq Al Makarani Sulaiman Al-Fasih. Kitab ini antara lain memuat sejarah Kerajaan Islam Peureulak.
“Kitab Idharul Haq ini penting, sebagai basis untuk menggali sumber tentang Kerajaan Islam Peureulak,” ujar Al-Farlaky saat menghadiri Haul ke-1223 Sultan Alaiddin Sayid Maulana Abdul Aziz Syah di Kompleks Makam Sultan Abdul Aziz Syah, Gampong Bandrong, Peureulak, Kamis, 10 Juli 2025.
“Kita hanya tahu foto sampul, sementara lembaran isi masih dalam pencarian. Dulu ada informasi bahwa kitab ini ada di Takengon dan Panton Labu,” imbuhnya dikutip dari Laman Pemkab Aceh Timur.
Terkait Kerajaan Peureulak, Al-Farlaky mengajak milenial dan akademisi kembali menggali dan mengangkat kejayaan sejarah Islam di Peureulak. Selama ini, kata dia, sejarah Kerajaan Islam tersebut kurang dipahami secara mendalam meskipun kerap disebut dengan istilah Bandar Khalifah.
“Kita butuh narasi visual yang kuat untuk memperkenalkan sejarah kita, baik ke masyarakat lokal maupun dunia luar,” ujarnya seraya menegaskan pentingnya sentuhan konten kreator muda dalam memproduksi informasi edukatif tentang situs-situs sejarah Islam di Peureulak dan sekitarnya.
Saat ini, kata dia, Pemkab Aceh Timur sedang menyiapkan seminar internasional tentang Kerajaan Islam Peureulak, dengan menggandeng berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Samudra, IAIN Cot Kala, dan kampus-kampus lainnya.
“Tidak mungkin kita bangun sendirian hanya dengan ide satu dua orang. Kita butuh banyak ide dan keterlibatan dari para intelektual dan akademisi,” ungkapnya.
Al Farlaky juga mengaku pemerintah akan meluncurkan film dokumenter bertema sejarah Kerajaan Islam Peureulak pada 2026. Film ini akan diproduksi dengan melibatkan masyarakat kawasan Paya Meuligo dan sekitarnya, yang selama ini dikenal menyimpan banyak narasi serta bukti sejarah.
“Kepada masyarakat dan para tokoh lokal, kami mohon kerja sama dan dukungannya dalam proses dokumentasi. Video ini nantinya akan disebarkan oleh Dinas Pariwisata dan dikirim ke negara-negara sahabat seperti Malaysia, Thailand, dan Brunei Darussalam,” ujarnya.
Pemkab Aceh Timur, sebut Al-Farlaky, juga telah menyerahkan proposal ke kementerian terkait guna mengakses dana APBN, khususnya untuk pengembangan situs sejarah Islam di Aceh Timur.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy