[Foto] Pemusnahan 3 Hektare Ganja di Pegunungan Gayo Lues

ladang ganja pining gayo lues (4)
Pemusnahan ladang ganja di pedalaman Pining, Gayo Lues. Foto: Penrem Lilawangsa

Blangkejeren – Tim gabungan Kodim 0113 dan BNN Gayo Lues memusnahkan tiga hektare ladang ganja di Kecamatan Pining pada Minggu sore, 11 Mei 2025.

Ladang ganja tersebut berada di kawasan pegunungan Desa Ekan. Untuk mencapai lokasi, tim menempuh jarak sekira 60 kilometer menggunakan kendaraan.

Namun karena dihadang medan terjal, tim yang dipimpin Dandim Gayo Lues Letkol Inf Agus Satrio Wibowo terpaksa berjalan kaki agar bisa sampai ke ladang ganja.

“Dari [Markas] Kodim kita naik kendaraan, sesampainya di persimpangan tiga tidak jauh dari Desa Ekan, semua kendaraan dipakirkan, karena kawasan pegunungan tersebut terjal. Tim harus jalan kaki menempuh sekitar enam kilometer,” ujar Agus dalam keterangan tertulis, Senin, 12 Mei 2025.

Setiba di lokasi, tim menemukan tanaman ganja subur di area ladang yang terbuka. Agus mengatakan, ladang ganja itu diketahui dari laporan warga kepada Babinsa.

“Dari laporan warga yang sering berburu di hutan, menemukan tanaman ganja seluas sekitar satu hektaran gitu, kemudian kita luncurkan personel ke lokasi untuk memastikan keberadaan lahan ganja tersebut. Setelah ditelusuri Sabtu sore, benar adanya tumbuhan ganja di kawasan pegunungan Desa Ekan,” ujar Agus

Setelah berkoordinasi dengan BNN Gayo Lues, personel gabungan bergerak bersama ke lokasi pada Minggu pagi. Di lokasi, tim langsung mencabut seluruh batang ganja dan mengumpulkan di beberapa titik. Setelah itu, tanaman tersebut dibakar hingga tak bersisa.

“Hari ini kita melakukan pemusnahan ladang ganja seluas tiga hektare, dengan ketinggian [batang] rata-rata 1,3 meter, berusia sekitar lima bulan, diperkirakan 8,5 ton berat basah dan menghasilkan ganja kering sekitar 5.100 kilogram,” ungkap Agus.

Sampai saat ini, kata dia, penanam atau pemilik ladang ganja itu belum diketahui. Namun, bukan kali pertama ladang ganja ditemukan di wilayah Kecamatan Pining.

Karena itu, kata Agus, pentingnya pengawasan rutin untuk mencegah wilayah-wilayah pedalaman ditanami tanaman terlarang, sehingga para pelaku beralih menanam tanaman produktif agar tidak melanggar hukum.

“Inilah tujuan pemerintah Presiden Prabowo bersama TNI AD menambahkan Satuan Teritorial Pertanian (BTP), selain dalam meningkatkan ketahanan pangan daerah, lapangan pekerjaan putra daerah, sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat agar menanam tanaman produktif bermanfaat.”

Selain Agus beserta anggota, Kepala BNN Gayo Lues Fauzul Imam dan anggota, turut serta personel Denintel Dam IM, dan Tim Intel Korem 011 Lilawangsa dalam pemusnahan lahan ganja tersebut.[] Foto-foto: Penrem Lilawangsa

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy