[Foto] Neulop Seumet, Bendungan Irigasi Peninggalan Belanda yang Masih Kokoh di Teupin Raya

neulop seumet teupin raya (3)
Salah satu sudut Neulop Seumet Teupin Raya. Foto: Line1.News/Rma

Sigli – Neulop Seumet, begitu masyarakat menyebut Bendungan Irigasi Teupin Raya di Kecamatan Glumpang Tiga, Kabupaten Pidie. Sebelah utara bendungan irigasi tersebut berada di perbatasan di Gampong Kruet Teumpeun dan Gampong Sukon Baroh, Kemukiman Teupin Raya. Sedangkan bagian selatannya adalah Jalan Banda Aceh-Medan, Meunasah Keumuneng, Kemukiman Teupin Raya.

Menurut masyarakat setempat, Neulop Seumet merupakan bendungan irigasi peninggalan Belanda, yang dibangun pada tahun 1911.

Diketahui, pemerintah kolonial Belanda menerapkan kerja rodi atau sistem kerja paksa dan tanam paksa yang dikenal cultuurstelsel pada awal abad ke-19, saat menjajah Indonesia selama berabad-abad.

Serdadu Belanda memaksa penduduk pribumi untuk bekerja di bawah kondisi yang sangat berat. Kerja paksa bertujuan untuk memperkuat infrastruktur hingga menguras sumber daya ekonomi untuk keuntungan Belanda.

Diperkirakan Belanda memaksa penduduk lokal membangun bendungan di Teupin Raya—yang kemudian dikenal dengan Neulop Seumet—bagian dari upaya kolonial untuk mengendalikan aliran air dan mengamankan wilayah tersebut.

Neulop Seumet yang terdiri dari empat pintu air besar ke arah timur dan dua pintu air kecil ke utara berfungsi untuk pengaturan pengairan Krueng (Sungai) Teupin Raya mengairi ribuan hektare sawah petani di Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, dan Kecamatan Bandar Baru, Pidie Jaya.

Amatan Line1.News, Rabu, 2 April 2025, sampah yang hanyut dibawa arus air Krueng Teupin Raya menumpuk di pintu air Neulop Seumet. Sebagian besar sampah itu potongan batang bambu.

Dulunya di sepanjang bantaran Krueng Teupin Raya ditanami tumbuhan bambu. Tumbuhan berbunga menahun hijau abadi itu memiliki akar serabut yang kuat mengikat permukaan tanah dan mencegah tanah terkikis air sehingga efektif mencegah erosi sungai. Kini tumbuhan bambu tidak lagi merata di tepi krueng tersebut sehingga terjadi erosi di sejumlah lokasi.[] Foto-foto: Line1.News/Rma

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy