Jakarta – Sejak awal Oktober, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi durasi musim hujan 2025-2026 diperkirakan lebih panjang ketimbang biasanya.
Selain itu, puncak musim hujan akan tiba lebih awal di banyak wilayah Indonesia, terutama pada November–Desember 2025 untuk wilayah barat Indonesia, dan Januari–Februari 2026 untuk wilayah selatan dan timur.
Sebanyak 294 zona musim (42,1 persen) diperkirakan mulai mengalami hujan lebih cepat dari pola biasanya, terutama pada September hingga November 2025.
Dikutip dari Laman BMKG, Senin, 24 November 2025, kondisi itu dipengaruhi oleh dinamika iklim global. El Nino-Southern Oscillation (ENSO) cenderung berada pada fase netral sepanjang 2025. Namun beberapa model menunjukkan peluang munculnya La Nina lemah di akhir tahun, yang bisa ikut menambah intensitas hujan di sejumlah daerah.
Sementara Indian Ocean Dipole (IOD) berada pada fase negatif dan diperkirakan bertahan hingga November, fase yang umumnya mendukung peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
BMKG menyebutkan, awal musim hujan di Indonesia memang tidak terjadi serentak. Sebagian wilayah Sumatra dan Kalimantan bahkan sudah memasuki musim hujan sebelum September 2025. Selanjutnya, hujan akan meluas secara bertahap ke selatan dan timur Indonesia pada September–November.
Untuk sifat musimnya, BMKG memprediksi curah hujan berada pada kategori normal, artinya tidak jauh lebih basah atau lebih kering dari tahun-tahun sebelumnya.[]


Komentar
Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy