Dilewati 21.967 Mobil Selama Nataru, Ruas Tol Sibanceh Seksi Seulimeum-Padang Tiji Ditutup

Gerbang Tol Padang Tiji
Suasana di Gerbang Tol Seksi 1 Seulimeum Padang Tiji saat nataru. Foto: Dokumen Hutama Karya

Banda Aceh – Operasional Tol Sigli-Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 (Seulimeum-Padang Tiji) ditutup pada Kamis, 2 Januari 2025. Ruas tol tersebut sebelumnya dibuka secara fungsional untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Tol dibuka sejak 21 Desember 2024 pukul 07.00 hingga 17.00 waktu Aceh setiap harinya. Kini, menjelang berakhirnya masa liburan Nataru, Hutama Karya menutup akses ke ruas tol tersebut.

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Adjib Al Hakim, mengatakan penutupan itu dilakukan karena perusahaan akan melanjutkan kembali pekerjaan kontruksi.

“Kami melanjutkan penyelesaian pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Padang maupun Tol Sigli-Banda Aceh Seksi 1 agar dapat segera beroperasi penuh pada periode mudik Lebaran 2025 nanti,” ujarnya dilansir dari laman resmi Hutama Karya, Minggu, 5 Januari 2024.

Baca Juga: Tol Sibanceh Seksi Seulimeum-Padang Tiji Dibuka Satu Arah Selama Nataru

Hutama Karya, kata dia, sangat mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan tol tersebut. Selama fungsional, tambah Adjib, Tol Sibanceh Seksi 1 dilalui 21.967 kendaraan.

Selain Seksi 1 Sibanceh, Hutama Karya juga menutup Tol Pekanbaru-Padang Seksi Padang-Sicincin pada Kamis. Sementara operasional Tol Binjai-Langsa Seksi Tanjung Pura-Pangkalan Brandan dan Tol Kuala Tanjung-Indrapura berakhir hari ini pukul 17.00 WIB.

Selama libur Nataru, Tol Padang-Sicincin dilalui 46.900 kendaraan, menjadikannya ruas tol fungsional dengan trafik tertinggi di Jalan Tol Trans Sumatera yang dikelola Hutama Karya.

Selama masa pengoperasian fungsional, kata Adjib, Hutama Karya mencatat zero kasus fatalitas di seluruh ruas tol. “Dan tidak terjadi kepadatan yang berarti di gerbang tol,” sebutnya.

Hutama Karya, kata dia, mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder, pemerintah daerah, Direktorat Lalu Lintas, Badan Pengelola Jalan Nasional, dan Dinas Perhubungan daerah setempat yang telah memberikan dukungan penuh dalam pengamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama liburan Nataru.

“Kerjasama yang solid ini telah memastikan keselamatan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jalan.”

Hutama Karya juga mengimbau seluruh pengguna jalan berkendara sesuai tata tertib dan ketentuan berlaku di jalan tol. Berkendara dengan kecepatan maksimum 60 kilometer per jam, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.

Pengguna jalan juga diminta segera beristirahat di tempat istirahat terdekat apabila merasa mengantuk. Apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan di jalan tol, segera melapor ke Call Centre masing-masing ruas tol.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy