[Foto Udara] Pembangunan 500 Unit Huntara di Bekas Kebun Sawit PTPN Langsa

Huntara1
Proses pembangunan Huntara di Desa Simpang Empat Upah, Karang Baru, Aceh Tamiang. Foto: Instagram @prokopimatam

Karang Baru – Proses pembangunan 500 unit hunian sementara atau huntara tahap satu di Desa Simpang Empat Upah, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, telah dimulai.

Melansir Antara, tujuh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya mengerahkan 1.000 pekerja untuk mempercepat proyek pembangunan huntara tersebut. Mereka diatur tiga shift sehingga setiap pekerja tetap terjaga fisiknya.

Direktur Operasi II PT Hutama Karya (HK) sekaligus koordinator proyek huntara di Aceh Tamiang, Gunandi, menyebutkan huntara tersebut dibangun di lahan seluas 5,1 hektare milik PTPN 4 Regional VI Langsa. Sebelumnya, lahan itu merupakan kebun kelapa sawit.

Gunadi menjelaskan, proyek itu diprakarsai Danantara dan dibiayai menggunakan dana CSR Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

“Proyek ini dimulai sejak 24 Desember 2025, berarti ini hari kelima, energi banyak untuk melakukan pekerjaan clearing (pembukaan lahan) karena ini pohon sawit,” ungkapnya.

Selain itu, ketinggian tanah di lahan itu berada di bawah sehingga kondisinya terendam dan berlumpur. Karena itu, konstruksi yang dibangun bersistem fondasi panggung agar lantai tidak terimbas air manakala terjadi hujan.

Dalam rangka percepatan, material dan peralatan dikirim dari Jabotabek, Medan, Langsa, dan sumber-sumber di sekitar.

Setiap unit huntara berukuran 4,5×4,5 meter atau 20,25 meter persegi. Materialnya memakai baja ringan.

Kecuali fondasi dari beton, rangka lantai, dinding, dan atap memakai galvalum. Sedangkan dinding dari bahan kalsiboard, lantai dek multipleks dan atap seng.

Huntara itu juga dilengkapi toilet dan kamar mandi terpisah di luar unit. Ada juga area dapur bersama dan musala.

PT PLN, kata Gunadi, telah memasang meteran listrik dengan insentif pulsa gratis untuk beberapa bulan ke depan. Sementara BUMN Karya membantu menyiapkan jaringan wifi gratis.

“Nanti beberapa akses poin setiap lima rumah itu dipasang satu titik wifi sehingga jaringan akan dekat dan kuat harapannya seperti itu. Tentu akan menolong anak-anak untuk belajar dan orang tua juga akan terhibur dengan adanya wifi yang free tadi,” ujarnya.

HK menargetkan huntara akan mulai ditempati warga pengungsi sebelum masuknya Ramadan 2026.

Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail mengatakan Pemkab merencanakan ribuan unit huntara di 14 titik. Lokasi yang sudah mulai dibangun di Simpang Empat Upah. Huntara ini akan dibagikan kepada warga yang kehilangan tempat tinggal dari sejumlah desa terdampak banjir.[] Foto-foto: Instagram @prokopimatam

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy