Buddha Tzu Chi akan Bangun 500 Unit Hunian Tetap di Tamiang

Mendagri di Aceh Tamiang
Mendagri memberikan keterangan kepada media di Aceh Tamiang. Foto: Instagram @prokopimatam

Karang Baru – Mendagri M Tito Karnavian menyebutkan Yayasan Buddha Tzu Chi berkomitmen membantu pembangunan 500 unit rumah hunian tetap (huntap) bagi korban bencana di Aceh Tamiang. Rencana groundbreaking pembangunan huntap dijadwalkan pada 29 Desember 2025.

Hal itu dikatakan Tito saat memberikan arahan kepada Forkopimda Aceh Tamiang di Kantor Bupati Aceh Tamiang, Aceh, Senin, 22 Desember 2025.

Menanggapi hal itu, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi mengapresiasi komitmen Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

“Bantuan kemanusiaan ini menjadi pilar penting dalam percepatan pemulihan pascabencana dan memberikan harapan baru bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal,” ujar Armia dikutip dari akun Instagram @prokopimatam, Selasa, 23 Desember 2025.

Baca juga: Yayasan Buddha Tzu Chi Bakal Bangun 1.000 Rumah untuk Korban Bencana Aceh

Sementara Tito dalam keterangan tertulisnya mengatakan kondisi di Aceh Tamiang memerlukan perhatian khusus karena tingkat kerusakannya berbeda dibandingkan daerah terdampak lainnya.

“Aceh Tamiang memang saya lihat agak beda dari udara. Tadi masih banyak lumpur-lumpur, agak beda ketika saya datang ke tempat-tempat lain, seperti di Sumatra Barat,” ujarnya dilansir Kompas.com.

Sebelumnya, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengatakan bakal membangun sebanyak 1.000 unit huntap bagi korban bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Utara dan Aceh Tamiang.

Baca juga: Setkab Kirim Truk Tangki Air Bersih ke Aceh Tamiang

Menurut Sekda Aceh M Nasir, dari total 1.000 rumah tersebut, 722 unit akan diperuntukkan bagi korban bencana di Aceh Utara. Sisanya 278 unit akan dibangun untuk masyarakat yang kehilangan tempat tinggal di Aceh Tamiang.

“Ini merupakan bentuk solidaritas Yayasan Buddha Tzu Chi kepada masyarakat Aceh yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana banjir dan longsor,” ujar Nasir usai mengikuti rapat bersama Tito, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, dan Menteri Hukum Supratman Andi Agtas secara virtual pada Selasa, 16 Desember 2025.

Dia mengatakan pemerintah daerah setempat akan menyediakan lahan yang dialokasikan untuk pembangunan 1.000 huntap tersebut. Namun, pembangunan huntap ini tidak hanya fokus pada unit rumahnya saja, melainkan juga akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung memadai.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy