Bocoran Dokumen Intelijen Amerika Ungkap Rencana Israel Serang Iran

Bocoran Dokumen Intelijen Amerika Ungkap Rencana Israel Serang Iran
Senjata dan amunisi dipamerkan oleh militer Israel, yang mereka katakan disita selama operasi darat di Lebanon, di pangkalan militer Julis, di Israel selatan, 9 Oktober 2024. Foto: Reuters

Washington – Dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) yang mengungkap rencana Israel menyerang Iran, bocor ke publik. Dokumen tertanggal 15-16 Oktober ini viral pada Jumat, 18 Oktober 2024, setelah diunggah di Telegram oleh akun ‘Middle East Spectator’.

Dokumen tersebut ditandai sebagai sangat rahasia dan memiliki tanda untuk dilihat hanya oleh AS dan sekutu ‘Five Eyes’ nya, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

AS kini sedang menyelidiki kebocoran tersebut. Beberapa sumber mengonfirmasi informasi dalam dokumen itu benar. “Kebocoran ini sangat mengkhawatirkan,” kata seorang pejabat AS kepada CNN International.

Baca Juga: Iron Dome Jebol, Israel Babak Belur Dihajar Ratusan Rudal Hipersonik Iran

Secara rinci, dokumen itu menggambarkan persiapan yang tampaknya dilakukan Israel untuk menyerang Iran. Salah satu dokumen, yang dikatakan disusun oleh Badan Geospasial-Intelijen Nasional, menunjukkan rencana Israel memindahkan amunisi.

Dokumen lain, yang berasal dari Badan Keamanan Nasional, merinci latihan angkatan udara Israel yang melibatkan rudal udara-ke-permukaan, diyakini sebagai persiapan untuk menyerang Iran.

Kebocoran ini muncul di saat sensitif dalam hubungan AS-Israel dan diperkirakan akan memicu kemarahan dari pihak Israel, yang sedang bersiap merespons serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu.

Baca Juga: Pemimpin Hizbullah dan Deputi Garda Revolusi Iran Tewas dalam Serangan Israel

Salah satu dokumen juga menegaskan Israel memiliki senjata nuklir. Disebutkan, AS belum menemukan indikasi Israel berencana menggunakan senjata nuklir terhadap Iran.

“Jika benar bahwa rencana taktis Israel untuk menanggapi serangan Iran pada tanggal 1 Oktober telah bocor, itu adalah pelanggaran serius,” kata Mick Mulroy, mantan wakil asisten menteri pertahanan untuk Timur Tengah yang juga pensiunan perwira CIA.

Namun, masih belum jelas bagaimana dokumen tersebut bocor, apakah diretas atau sengaja dibocorkan. AS sendiri sedang meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan serangan siber dari Iran.

Kebocoran besar dokumen intelijen AS tahun lalu juga sempat menegangkan hubungan Washington dengan beberapa sekutu seperti Korea Selatan dan Ukraina. Saat itu, seorang anggota Garda Nasional Udara berusia 21 tahun mengunggah informasi rahasia di platform Discord.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy