BMKG: Waspada Gelombang Tinggi 4 Meter di Wilayah Perairan Aceh

Ilustrasi gelombang tinggi
Ilustrasi gelombang tinggi. Foto: stockcake.com

Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mengeluarkan informasi resmi terkait tinggi gelombang laut yang berpotensi terjadi di wilayah perairan Aceh.

Prakirawan cuaca BMKG Kelas I SIM Amat Komi mengatakan informasi ini berlaku mulai 11 Juli 2025 pukul 07.00 waktu Aceh hingga 14 Juli 2025 pukul 07.00.

Dia menyebutkan, berdasarkan analisis kondisi sinoptik, terpantau adanya daerah belokan angin serta konvergensi dibarengi dengan suhu muka laut yang hangat di wilayah perairan utara dan timur Aceh.

Hal itu, kata Amat, mampu meningkatkan potensi penguapan dan turut mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Provinsi Aceh.

“Pola angin di wilayah ini umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot,” kata Amat Komi kepada Line1.News, Sabtu, 11 Juli 2025.

Sejumlah wilayah di Aceh berpotensi dilanda gelombang tinggi 1,25 – 2,5 meter, yakni Perairan Aceh Singkil – Pulo Banyak, Perairan Selatan Simeulue, Perairan Aceh Barat Daya – Simeulue, dan Perairan Utara Pidie Jaya – Aceh Besar.

“Sedangkan tinggi gelombang 2,5 – 4,0 meter berpeluang terjadi di Perairan Sabang – Banda Aceh dan Perairan Aceh Besar – Meulaboh,” jelas Amat.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai gelombang tinggi, terutama di wilayah perairan yang berpotensi gelombang tinggi kategori sedang-tinggi.

“Kepada penyedia jasa penyeberangan dan nelayan dimohon agar tidak memaksakan untuk berlayar maupun melaut apabila terjadi gelombang tinggi dan potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy