BMKG Aceh Minta Masyarakat Waspadai Potensi Bencana Hidrometeorologi

Rumah warga di Desa Alue Tho, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, terendam banjir dengan ketinggian air 70 cm lebih, Jumat, 4 Oktober 2024. Foto: Line1.News/Fajar
Rumah warga di Desa Alue Tho, Kecamatan Matang Kuli, Aceh Utara, terendam banjir dengan ketinggian air 70 cm lebih, Jumat, 4 Oktober 2024. Foto: Line1.News/Fajar

Banda Aceh – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi karena diperkirakan wilayah Aceh masih diguyur hujan deras hingga akhir November 2024.

“Waspadai potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat yang terus-menerus maupun dengan durasi lama,” ujar Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Muhammad Rafli di Aceh Besar, Kamis dikutip Sabtu, 30 November 2024 dari Antara.

Dia mengatakan peringatan dini potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang itu terjadi mulai periode 28-30 November 2024.

Selain itu, kata Rafli, beberapa hari ke depan terdapat bibit siklon tropis 96S di Samudera Hindia sebelah barat daya Sumatera Barat. Hal ini bakal menyebabkan belokan angin (shearline) dan konvergensi di wilayah Aceh.

Kemudian, aktifnya Indian Ocean Dipole (IOD) dan Madden-Julien Oscilation (MJO) yang berada di fase empat sehingga menyebabkan aktivitas pembentukan awan di wilayah Indonesia Bagian Barat signifikan.

Selain itu, ada juga kondisi anomali suhu muka laut yang hangat di perairan utara dan barat Aceh juga dapat meningkatkan potensi penambahan massa uap air.

“Beberapa kondisi tersebut dapat berpotensi terhadap pertumbuhan awan hujan di wilayah Aceh,” ujarnya.

Adapun daerah yang diprediksikan masih diguyur hujan deras para periode itu di antaranya Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Langsa, Lhokseumawe, Nagan Raya, Banda Aceh, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, Subulussalam, Aceh Singkil, Simeulue, Sabang, Aceh Barat, dan Aceh Besar.

BMKG juga mengingatkan prakiraan gelombang laut tinggi terutama di perairan barat Aceh, Samudra Hindia Barat Aceh, perairan utara Sabang serta Selat Malaka bagian Utara. Tinggi gelombangnya, sebut Rafli, bisa mencapai hingga dua meter.

Sebelumnya Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh Nasrol Adil wilayah Aceh sejak Oktober lalu sudah mulai memasuki musim hujan dan November ini merupakan puncaknya, terutama di wilayah timur dan utara Aceh.

BMKG memprakirakan musim hujan di Aceh akan bertahan hingga akhir Desember 2024 dan awal Januari 2025, sehingga potensi banjir pada masa itu dalam kategori menengah. “Di Desember pola hujan dari rendah hingga menengah, hampir seluruh Aceh dengan potensi banjir menengah.”[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy