Banjir Rendam Aceh Barat, Polri-TNI Amankan Akses Warga

Bersihkan kayu terseret banjir di jembatan
Personel Polsek bersama anggota Koramil dan warga membersihkan kayu besar yang tersangkut di badan jembatan akibat terseret arus banjir di Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, Rabu, 26 November 2025. Foto: Humas Polres Aceh Barat

Meulaboh – Hujan deras sejak Selasa malam menyebabkan Sungai Krueng Woyla meluap dan merendam enam desa di Kecamatan Sungai Mas, Aceh Barat, Rabu, 26 November 2025.

Ketinggian air disebut mencapai 1 meter di badan jalan dan sekitar 50 cm di permukiman warga. Kondisi tersebut menghambat aktivitas masyarakat serta memutus sejumlah akses antardesa.

Enam desa terdampak meliputi Geudong, Kajeung, Leubok Beutong, Tungkop, Gleng, dan Gaseu. Beberapa titik akses bahkan tidak dapat dilalui kendaraan, termasuk jalur Geudong–Kajeung serta jalan menuju Gleng–Gaseu.

Sementara itu, aliran listrik di Kecamatan Sungai Mas padam sejak Rabu pagi akibat gangguan cuaca.

Di tengah kondisi tersebut, jajaran Polsek Sungai Mas bersama prajurit Koramil dan warga turun langsung ke lapangan melakukan pembersihan material kayu besar yang tersangkut di badan jembatan penghubung.

Material tersebut terbawa arus deras dan dinilai membahayakan pengguna jalan jika tidak segera dievakuasi.

Kapolsek Sungai Mas, AKP Mhd. Jahrisyah Siregar, mengatakan pihaknya sejak Rabu pagi telah melakukan monitoring ke seluruh desa terdampak serta memastikan keselamatan warga.

“Personel Polsek langsung diterjunkan untuk memeriksa kondisi rumah warga, memantau debit air, serta membantu pembersihan kayu-kayu besar di jembatan. Langkah ini penting untuk menjaga kelancaran arus air dan mencegah bahaya bagi masyarakat yang melintas,” ujar Jahrisyah dalam keterangannya, Rabu sore.

Dia menegaskan hingga saat ini tidak ada warga yang mengungsi, namun Polsek bersama aparatur desa tetap bersiaga apabila kondisi air kembali meningkat.

Petugas gabungan juga memantau kemungkinan munculnya titik rawan longsor mengingat intensitas hujan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan, TNI, dan perangkat desa. Fokus kami adalah memastikan keamanan, memberikan bantuan cepat, serta mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,” tambah Kapolsek.[]

Komentar

Tanggapilah dengan bijak dan bertanggung jawab. Setiap tanggapan komentar di luar tanggung jawab redaksi. Privacy Policy